Proyek Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat dari Target

Proyek Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat dari Target

Petugas PLN NPC ketika melakukan pengecekan akhir pada infrastruktur kelistrikan _Feeder Station_ (FS) 01 di Tunjung, Kelantan yang diselesaikan 15 hari lebih awal dari target.--

//PLN Group Perkuat Reputasi Internasional

BABELPOS.ID, JAKARTA - PLN Group kembali memperoleh pengakuan atas kinerjanya di panggung global.

Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui anak usahanya, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) berhasil menyelesaikan 2 (dua) titik proyek elektrifikasi _East Coast Rail Link_ (ECRL) di Malaysia lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

BACA JUGA:Masyarakat Diimbau tak Panik, Pemprov dan Pertamina Tegaskan BBM di Babel Aman!

Adapun kedua titik tersebut ialah _Feeder Station_ (FS) 01 di Tunjung, Kelantan yang diselesaikan 15 hari lebih awal dari jadwal dan FS 09 di Jambu Rias, Pahang yang juga mencatat percepatan signifikan dengan rampung satu bulan lebih cepat dari target.

Penyelesaian proyek yang lebih cepat dari target ini mendapat apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan. 

BACA JUGA:Buruh Harian di Semabung Baru Ditangkap Polresta Pangkalpinang, Simpan 15,05 Gram Sabu di Rumahnya

Head Project Management Office TNB, Tn Azreen Bin Othman menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelesaian koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung hingga FS 01 dan FS 09 menjadi bagian krusial dalam sistem elektrifikasi ECRL.

"Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan.

Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas," ujarnya.

BACA JUGA:Rangkaian Safari Ramadan Berlanjut di Pulau Belitung, PT Timah Jalin Silaturahmi dan Berbagi Kebahagiaan

Diketahui, ECRL merupakan proyek kereta listrik jalur ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan.

Proyek ini sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik untuk operasional penumpang dan kargo serta diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ per tahun saat mulai beroperasi pada 2027.

Azreen menambahkan, pihaknya berharap kinerja tersebut dapat berlanjut pada proyek-proyek berikutnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait