Disbudpar Bangka Barat Fasilitasi Pelaksanaan Tradisi Api Likur
Tradisi Api Likur di Desa Mancung, Kecamatan Kelapa Tahun Lalu. (Foto; antara).--
BABELPOS.ID - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi pelaksanaan tradisi Api Likur yang akan dilaksanakan warga Desa Mancung untuk memeriahkan Bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
"Di Kabupaten Bangka Barat banyak tradisi yang dilaksanakan warga menjelang bulan puasa Ramadhan, bahkan pada saat Ramadhan juga ada yang tetap memegang teguh warisan para leluhur mereka, salah satunya tradisi Api Likur Desa Mancung," kata Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ferhad Irvan di Mentok, Selasa.
BACA JUGA:Wawako Serahkan 7 Kursi Roda Dari CSR BSB Syariah Pangkalpinang
Dia menjelaskan tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun di Desa Mancung dalam rangka memeriahkan Ramadhan sekaligus menyambut malam turunnya Al Quran atau malam lailatulqadar yang bertepatan pada 27 Ramadhan.
"Fasilitasi yang kita berikan merupakan salah satu bentuk keseriusan dalam usaha pelestarian budaya agar warga setempat memiliki motivasi untuk terus melaksanakan tradisi yang banyak mengandung nilai-nilai keagamaan maupun sosial di tengah masyarakat," katanya.
BACA JUGA:Wali Kota Serahkah Sertifikat HACCP Bagi 9 PU Kelautan dan Perikanan di Pangkalpinang
Tradisi Api Likur sudah sejak lama hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai wujud syukur karena masih dipertemukan dengan Bulan Ramadhan yang membawa berkah dan penerang kepada seluruh umat manusia.
Ia menjelaskan berkah dan penerang inilah yang kemudian disimbolkan oleh warga dalam bentuk menyalakan pelita yang sampai sekarang masih dipegang teguh dan dilaksanakan, bahkan menjadi kebanggaan warga Desa Mancung.
BACA JUGA:PT Timah Dukung Ketahanan Pangan Warga di Bulan Ramadan Lewat Bantuan Sembako
Tahun ini direncanakan kegiatan budaya ini dijadwalkan mulai digelar 16 Maret 2026.
Kegiatan ini biasanya diawali dengan pertunjukan seni tradisional, sambutan panitia dan tausiah, selanjutnya acara berbuka bersama masyarakat dan para tamu undangan yang terdiri atas pejabat daerah, tokoh agama, aparat desa, tokoh masyarakat, dan pihak panitia penyelenggara.
BACA JUGA:Cek Ukuran Celanamu, Waspada Penyakit Ini
Usai berbuka bersama selanjutnya peninjauan lokasi pembuatan belasan Gapura Api Likur.Gapura Api Likur merupakan bentuk swadaya masyarakat untuk memeriahkan suasana malam hari di akhir Bulan Ramadhan.
Warga setiap rukun tetangga membuat gapura berbagai bentuk dan kreasi yang dihias pelita. Cahaya yang muncul dari ratusan pelita membentuk gambar tertentu yang terlihat indah di malam hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
