Timah Dunia Melonjak, Timah Rakyat Terinjak, Oday: Pemerintah Harus Lindungi Rakyat?
Oday-screnshot-
KORANBABELPOS.ID.- Persoalan timah memang tak ada habisnya. Jika di tingkat nasional, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia penghasil timah terbesar dunia, tapi Harga ditentukan diatur Singapura. Nah, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) justru beda cerita.
Ketika harga timah dunia melonjak, Harga timah rakyat justru tetap terinjak. Inilah yang terus disorot kalangan aktifis dari Bangka Selatan (Basel).
"Kami minta pemerintah bersama PT Timah Tbk dapat konsisten mengatur tata niaga timah yang berkeadilan. Setidaknya ditentukan harga acuan minimum timah yang dapat melindungi rakyat penambang, menstabilkan harga yang wajar. Sehingga tidak terjadi ketimpangan atau disparitas terhadap harga timah rakyat disaat harga timah dunia melonjak tinggi,'' ujar salah satu aktifis Basel, Oday, didampingi diantaranya Muhammad Rosidi dan Wiwid.
Pernyataan itu diungkapkan seusai berdialog dengan Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel) H Didit Srigusjaya di Lembayung Space Cafe, Koba, Bangka Tengah (Bateng), Senin, 9 Februari 2026, lalu.
Selain itu, mereka juga meminta dalam waktu dekat agar aspirasi dan dukungan ini dapat diteruskan melalui dialog dengan perwakilan masyarakat penambang dan kolektor yang ada di seluruh wilayah Babel dengan Gubernur Babel, DPRD Babel, PT Timah Tbk serta institusi lainnya.
Bagaimana pun, timah masih dominan sekaligus urat nadi perekonomian daerah.
''Optimis, kita bahu-membahu mendukung pemerintah supaya dapat menciptakan iklim perekonomian daerah yang kondusif. Bila harga timah rakyat membaik, aktivitas ekonomi lainnya ikut bergerak positif, daya beli masyarakat pun perlahan stabil, sehingga dapat dirasakan adanya keadilan ekonomi ditengah kehidupan masyarakat Babel, ujar Oday.***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
