DKPPKB Basel Imbau Warga Lebih Selektif Konsumsi Buah Guna Cegah Virus Nipah
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Basel, Slamet Wahidin.--
BABELPOS.ID, TOBOALI – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), agar waspada terhadap ancaman Virus Nipah, khususnya melalui kebiasaan mengonsumsi buah-buahan yang aman dan higienis.
BACA JUGA:Bangka Prioritaskan Pegawai Non Database Terima Program Ikopena
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Basel, Slamet Wahidin mengatakan, ini sebagai langkah pencegahan dini terhadap penyakit zoonosis yang akan berpotensi mematikan itu. Pencegahan Virus Nipah juga perlu dimulai dari peran aktif masyarakat sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita himbau agar masyarakat mengonsumsi buah buahan yang higienis, salah satunya dengan mencuci dahulu sebelum di konsumsi," ungkapnya, Jum'at (06/02).
BACA JUGA:Tragedi 7 Nyawa Tambang Ilegal Pondi, 2 Bos Timah Tersangka
Dikatakannya, masyarakat diminta lebih selektif dalam memilih buah, baik yang dipetik langsung dari kebun maupun yang dibeli di pasar tradisional, guna menekan risiko penularan.
Virus Nipah bersifat zoonosis, dapat menular dari hewan ke manusia bahkan antarmanusia. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama pencegahan.
Ia menjelaskan, penularan Virus Nipah paling sering terjadi melalui buah-buahan yang terkontaminasi air liur atau gigitan kelelawar, yang diketahui sebagai vektor utama penyebaran virus tersebut.
BACA JUGA:PT Timah Tbk Dorong Transformasi Kepemimpinan Melalui Program Kepemimpinan Eksekutif TINS
"Buah yang tampak cacat, berlubang, atau memiliki bekas gigitan binatang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi dan sebaiknya langsung disingkirkan guna menghindari risiko penularan," jelas Slamet.
Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya mencuci buah sebelum dikonsumsi serta mengupas kulit buah jika masih terdapat keraguan terhadap kebersihannya.
BACA JUGA:Tragedi 7 Nyawa Tambang Ilegal Pondi, 2 Bos Timah Tersangka
"Virus Nipah memiliki masa inkubasi antara 3 hingga 14 hari, bahkan dalam kondisi tertentu dapat mencapai 45 hari, dengan gejala awal seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan," sebutnya.
“Hingga kini belum ada obat khusus Virus Nipah. Jika mengalami gejala mencurigakan, terutama setelah mengonsumsi makanan berisiko, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
