Tata Kelola Pemusnahan Limbah B3 Medis di Babel Mesti Lebih Optimal, Internasional Beri Pengawasan Ketat

Tata Kelola Pemusnahan Limbah B3 Medis di Babel Mesti Lebih Optimal, Internasional Beri Pengawasan Ketat

--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Sosialisasi Pengelolaan dan Pemusnahan Limbah Medis " mewujudkan tata kelola Limbah B3 Medis yang aman terpadu dan berkelanjutan di Provinsi Bangka Belitung". 

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pasir Padi Lt. Kantor Gubernur Bangka Belitung, Kamis (15/01/2026)

Sosialisasi ini dibuka dengan sambutan dari  Direktur PT.Bumi Bangka Belitung Sejahtera, Eka Mulya Putra.

BACA JUGA:Cuan Awal Tahun, Pemegang Saham BBRI Terima Dividen Interim Rp20,6 Triliun Pada 15 Januari

Ia menyebut bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan tentang visi misi PT.Bumi Bangka Belitung Sejahtera yang merupakan perusahaan milik BUMD yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani.

 Eka Mulya menilai bahwa selama ini tata kelola pengolaan limbah B3 medis yang selama ini di Babel belum optimal apalagi alat pemusnahan limbah B3 medis yang ada juga masih sangat terbatas yakni dilakukan oleh bersama PT Universal dan perusahaan mitra lainnya

BACA JUGA:Respon Xabi Alonso Usai Dipecat Real Madrid, Pelatih Barca Beri Dukungan

Sosialisasi ini adalah bagian dari salah satu misi management baru PT.Bumi Bangka Belitung Sejahtera yanh mempunyai semangat untuk perbaikan pengolaan limbah B3 medis sekaligus mengoptimalkan aset insinerator yang ada.

Sosialiasi dilaksanakan untuk tujuan bisnis di bidang kesehatan khususnya terkait penyelenggaraan pengelolaan pemusnhanan limbah B3 medis yang sudah seharusnya

dikelola dengan baik berdasarkan regulasi yang sudah diwajibkan pemerintah agar tidak mencemari lingkungan dan kesehatan manusia.

BACA JUGA:Kasus SP3AT Fiktif, Mantan Bupati Basel Seret Anaknya Jadi Tersangka

Babel ini termasuk daerah yang memiliki tingkat pencemaran lingkungan tinggi, maka kita ingin mendukung program pak gubernur dalam memajukan sektor ekonomi tanpa mengabaikan upaya kelestarian lingkungan hidup, khususnya dari dari dampak limbah B3 seperti pencemaran limbah oli di lautan atau bengkel - bengkel yang selama ini terkesan dibuang begitu saja.

Apalagi dunia internasional juga sangat memberikan perhatian serius dan ketat terhadap persoalan limbah B3 ini.

"Maka kami juga membidik limbah dari ekstraksi pertambangan seperti senyawa oli dan lain lain. Sehingga kita harus memotret kondisi yang terjadi agar bisa membuat rasa aman, membuka peluang ekonomi bisnis dan layanan kesehatan yang baik layanan kepada seluruh element masyarakat," jelas Eka Mulya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: