Akibat Serangan Hama, Panen Perdana IP 300 di Desa Rias Belum Maksimal

Akibat Serangan Hama, Panen Perdana IP 300 di Desa Rias Belum Maksimal

--

BABELPOS.ID, TOBOALI - Sejumlah petani di Desa Rias, Kecamatan TOBOALI, Kabupaten Bangka Selatan (Basel)  mulai melakukan panen perdana padi IP 300 sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan Nasional. 

Namun, pada panen perdana IP 300 ini hasil yang diperoleh petani belum maksimal akibat serangan hama burung dan tikus yang menyebabkan penurunan produksi hingga 50 persen.

BACA JUGA:Dilema Nelayan Sungailiat, Terjepit Aturan VMS yang Mahal dan Ancaman Operasi Ilegal

Salah satu petani Desa Rias, Putu menyebutkan  bahwa dari setengah hektare lahan sawah yang dipanen, hasil gabah yang diperoleh hanya sekitar 30 karung.

Padahal, pada kondisi normal, luas lahan yang sama mampu menghasilkan hingga 60 karung gabah.

"Biasanya setengah hektare lahan bisa sampai 60 gabah.

Tetapi karena serangan hama sekarang menjadi 30 karung saja," ungkapnya, Senin (05/01).

BACA JUGA:Tolak PP No. 11 Tahun 2023, Ratusan Nelayan Sungailiat Demo PPN

Disebutkannya, penanaman padi IP 300 merupakan program pemerintah pusat dengan pola tanam tiga kali dalam setahun.

Program ini bertujuan meningkatkan produksi padi nasional melalui optimalisasi musim tanam guna mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan.

Pada pelaksanaan panen perdana di Desa Rias, petani menghadapi kendala serius berupa serangan hama. Kondisi tersebut berdampak langsung pada hasil produksi gabah yang jauh menurun dibandingkan panen normal.

Menurutnya  Serangan hama ini  dipicu oleh belum meratanya pola tanam padi IP 300 secara serentak di tingkat petani.

Sawah yang lebih awal ditanami padi menjadi sasaran utama hama burung dan tikus.

"Kita mencoba melakukan penanaman IP 300, hal ini juga untuk mendukung swasembada pangan Nasional," terangnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait