Datuk Emron Pangkapi: Babel Kehilangan Tokoh Handal

Datuk Emron Pangkapi: Babel Kehilangan Tokoh Handal

Datuk Emron Pangkapi.--

BABELPOS.ID.- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kehilangan tokoh handal yang hampir seluruh masa hidupnya mewarnai dinamika masyarakat daerah ini,'' demikian dikemukakan Wartawan Senior, Datuk Emron Pangkapi yang memang sahabat akrab almarhum Dharma Sutomo SH MH. kepada BABELPOS.ID tadi pagi.

Alm Dharma Sutomo Hattamarrasyid memang seorang aktivis sejak usia muda. Perjalanan hidupnya mewarnai dinamika politik Babel lebih dari 40 tahun.

''Bang Momok tokoh pemuda, tokoh mahasiswa, politisi dan lawyer terkenal di Babel yang berkiprah tanpa henti sejak 40 tahun yang lalu,'' ujar Datuk Emron lagi.

Memulai karir sebagai kader HMI ketika kuliah di Yogja, Momok tahun 1974 kembali ke Bangka dan duduk sebagai Pengurus KNPI Bangka. 

''Tahun 1978 sampai dengan 1988 dia terpilih sebagai Ketua KNPI Bangka yang terkenal ketika kita masih bergabung dalam Sumatera Selatan,'' kenang Datuk Emron.

Sikap tegas dan cerdas mewarnai kepemimpinannya hampir di semua organisasi yang digelutinya.

Tahun 1977, Momok dkk mengagetkan Bangka dengan aksi pamlet yang menuntut Pemilu Ulang dan mendesak Bangka keluar dari Sumsel. 

''Untuk gerakanya ini Momok dan dimasukkan penjara  hampir 1 tahun karena dianggap subversi,'' ujar Datuk cerita datuk Emron lanjut.

Keluar penjara justeru dia terpilih sebagai Ketua KNPI. Pernah juga Ketua Pemuda Pancasila dan dia tercatat aebagai Anggota DPRD Kota Pangkal Pinang 1982,  1987 dan 1992 tiga periode termuda.

BACA JUGA:Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Pengacara Senior Babel, Bang Momok Berpulang

Pada 18 Juni tahun 1999, Dharma Sutomo, Johan Murod, Hudarni Rani, dkk mendirikan Komite Perjuangan Pembentukan Provinsi Babel Cikal bakal Presedium Pembentukan Provinsi Babel.

Ahmad Rusdi terpilih sebagai Ketua, Dharma Sutomo  Wakil Ketua dan Johan Murod Sekretaris organisasi pertama memperjuangkan Provinsi Babel di era reformasi.

Surut dari kegiatan politik, Momok berkarir sebagai pengacara papan atas Babel. Tapi dia tetap sebagai tokoh perjuangan Babel.

Terakhir Momok ikut bersama perwakilan masyarakat yang mengkritisi Pejabat Gubernur Suganda Pasaribu ke gedung DPRD yang riuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: