Nama-nama Kampung Zaman Belanda yang Sekarang Hilang dari Peta Pangkalpinang

 Nama-nama Kampung Zaman Belanda yang Sekarang Hilang dari Peta Pangkalpinang

Potongan Peta Kaart Van Het Eilnad Banka. JW Stemfoort, S Gravenhage 1885.--

BABELPOS.ID.- Seperti pernah dilansir sebelumnya, bahwa pLat mobil BN untuk di Pulau Bangka sekarang ini memang ditetapkan dan digunakan sejak zaman Kolonial Belanda.  Hanya waktu itu Belitung berbeda, plat mobilnya BP.

Tak hanya itu, ternyata nama-nama kampung, kota, hingga hal-hal lain juga tak sedikit dari peninggalan kolonial.

Di sisi lain, bukan tidak mungkin ada nama-nama kampung yang justru hilang.

Sejarahwan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dato' Akhmad Elvian, DPMP, ECH, menyatakan, menelisik Peta Residen  Bangka en Onderhoregheden bagian.KK 083 -04-01/ 085-04- 10_087 - 05978 - 086,  Digital collections Leiden  University Libraries Tahun 1928-1929, terlihat adanya nama beberapa kampung di distrik Pangkalpinang yang sudah hilang dan atau tidak pernah disebut lagi namanya dalam administrasi pemerintahan saat ini. 

BACA JUGA: Plat Mobil, Bangka BN, Sumbar BA, Sumsel BG, Bengkulu BD, Ternyata Karena ini

''Kampung kampung tersebut antara lain; Kampung Sinarboelan, Kampung Djawa, dan Kampung Tjina,'' ujar Budayawan yang juga Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia itu.

Sebaliknya, ada nama kampung yang nama genericnya hilang.

''Misalnya, Kampung Paritbatjang yang sekarang menjadi Kampung Bacang,'' lanjutnya lagi. 

Bahkan, menelisik peta kuno yang lebih tua lagi yaitu pada Kaart van het Eiland Banka, JW. Stemfoort, s,Gravenhage 1885, terdapat beberapa kampung yang waktu itu ada namanya, dan sekarang sudah hilang.

''Seperti kampung Pedada dan Kampung Betoer, kemudian ada nama kampung yang nama spesificnya dihilangkan, yaitu Kampung Selindoeng yang nama awalnya pada peta Tahun 1885 bernama Kampung Selindoengmoesoh,'' urai Elvian.

Jika dipetakan, beberapa kampung yang hilang tersebut letak geografisnya saat ini kira kira lokasinya sebagai berikut; 

(1). Kampung Pedada, kampung ini berada pada jalan setapak yang menghubungkan Pangkalpinang ke Semabung terus menuju ke kampung Selinta, kampung Pangkul dan kampung Lempuyang yang sekarang berada di wilayah Kabupaten Bangka Tengah. Kampung Pedada terletak antara kampung Semabung dan kampung Paritbatjang. 

''Toponimi Pedada diambil dari nama flora pohon Pedada yang hampir sama dengan pohon Perpat, kalau pohon  perpat tumbuh di pesisir pantai, sedangkan pohon Pedada tumbuh di sekitarvpinggir sungai. Sedangkan Sungai yang mengalir di dekat kampung Pedada dalam peta Residen Bangka di atas disebut dengan sungai Boeloeh,'' tukasnya.

(2). Kampung yang hilang berikutnya adalah kampung Sinarboelan. Kampung ini posisi geografisnya berada di jalan raya yang menghubungkan Pangkalpinang menuju kampung Kace melewati kampung Dalam dan kampung Melintang. Sedangkan kampung Sinarboelan berada di jalan raya menuju ke Kampung Kace setelah kampung Melintang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: