Pemkot Upayakan Pangkalpinang Jadi Kota Layak Anak Madya

Pemkot Upayakan Pangkalpinang Jadi Kota Layak Anak Madya

\"\" PANGKALPINANG - Dalam kegiatan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) evaluasi Kota layak anak (klh), Sekda Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam menyampaikan upaya Kota Pangkalpinang menuju tingkatkan madya. Kegiatan yang diselenggrakan bersama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan anak secara virtual ini dilaksanakan di Ruang OR Kantor Walikota Pangkalpinang. Menurut Radmida, Pemkot Pangkalpinang sangat fokus pada perlindungan anak. Dia meyakini Kota Beribu Senyuman dapat menuju tingkatan madya dan kemudian bisa dapat masuk tingkatan nindya. \"Wali Kota sangat intens dalam masalah anak di Kota Pangkalpinang. Minimal dalam satu tahun kami akan evaluasi. Dalam perencanaan dan penganggaran bagi kesejahteraan anak di Kota Pangkalpinang,\" jelas Sekda. Ditambahkannya, pada tahun 2020 di Pangkalpinang total penduduk 73.123 jiwa dan jumlah anak yang sekolah mulai TK sampai SMP sebanyak 38.106 jiwa yang tersebar di sekolah negeri dan swasta.

Dia juga membeberkan strategi Pemkot dalam membentuk UPTD PPA, LSM dan membuat ruang bermain ramah anak, masjid ramah anak , sekolah ramah anak dan larangan merokok di area ramah anak. Pihaknya juga sudah melakukan pengembangan zona kawasan aman anak yang dilaksanakan Dishub serta bantuan rumah layak anak dibangun melalui OPD Dinas Perkim. OPD lain seperti Diskominfo sudah melakukan sosialisasi dan pengawasan literasi digital ke sekolah-sekolah untuk penggunaan media sosial secara bijak serta pencegahan berita hoaks. \"Berbagai upaya kita lakukan juga seperti Desa Pangan Anak, bantuan produktif dan bantuan pendidikan sudah dilakukan di bagian katahanan pangan untuk mewujudkan Kota Layak Anak,\" ujarnya. Pemkot pun mempunyai pola asuh anak dan remaja serta pengembangan kampung siaga tangkal narkoba serta pengembangan fasilitas disabilitas sebagai sasaran meraih KLA tersebut. \"Rumah Dinas wali kota, Taman Wilhelmina, Taman Dealova, Tins Green Garden Forestree PT Timah, Puskesmas Air Itam dan Pangkalbalam yang menjadi contoh untuk standar pelayanan Kota Layak Anak di Pangkalpinang,\" imbuhnya.

Sementara, pihak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang diwakili oleh Endag Sri Rejeki mengatakan jumlah 84,4 juta jiwa anak di Indonesia yang KLA merupakan program pemenuhan dan perlindungan khusus anak. Program ini dilaksnakan secara terintegrasi dan menjadi urusan wajib pemerintah termasuk media sebagai bagian dari empat pilar pembangunan. Dengan KLA maka bisa diselenggarakan dengan 24 indikator, pemenuhuan hak sipil, hak alternatif, hak kesehatan, hak pendidikan dan hak perlindungan khusus bagi anak sehingga harus dibangun komitmen dan tahun 2030 menjadi IDOLA (Indonesia Layak Anak). (tob)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: