Imbas CSR BSB: Pedagang Menuai Rezeki di Sawah Namang Pelangi
Plang Ikonik Bantuan CSR Bank Sumsel Babel Menjadi Spot Foto Wisatawan, Memperkuat Eksistensi Pelaku UMKM di Sawah Namang. (Foto: Tri Harmoko/Babel Pos).--

Zyla Coffee dan Suasana Pengunjung di lokasi pedagang UMKM Sawah Namang--
Kini, Junai mengelola usahanya dengan dibantu oleh istri dan saudaranya. Baginya, popularitas Sawah Namang Pelangi telah melahirkan harapan baru bagi stabilitas ekonomi keluarganya. Lapaknya berada di tepi jalan utama Sawah Namang yang menjadi akses wisatawan.
"Kalau lagi ramai pengunjung, terutama Sabtu-Minggu, hasilnya lumayan untuk kami. Jadi sementara ini kami fokus bekerja di sini saja, tidak bekerja di tempat lain lagi," ujarnya.
BACA JUGA:Serbu Promo Martabak Har x BSB Mobile!
BACA JUGA:Muhammad Suryadi Resmi Pimpin BSB, Siap Perkuat Kepercayaan dan Transformasi Digital
Berkah ekonomi serupa juga dirasakan oleh pelaku UMKM lainnya, Reyni (18), yang mengelola Zyla Coffee di kawasan Sawah Namang. Reyni mengaku sudah hampir setahun ini menekuni usaha kopinya di sana. Perjalanannya terbilang inspiratif; dari yang semula hanya menggunakan gerobak sederhana, kini Zyla Coffee telah menjelma menjadi tempat jualan kopi kekinian yang estetik.
Zyla Coffee menempati lapaknya di pinggir Sawah Namang dengan kondisi bangunan yang bernilai seni tinggi. Dominasi material kayu dan papan pada bangunan tersebut memberikan kesan selaras dengan keasrian lanskap Sawah Namang di sekitarnya.
"Awalnya kami pakai gerobak sepeda listrik, baru sekarang memiliki bangunan seperti ini. Ini kami buat setelah melihat kunjungan wisatawan yang semakin ramai," kata Reyni.
Posisi Zyla Coffee pun terbilang sangat strategis karena berada tepat di sebelah selatan spot swafoto CSR BSB "Sawah Pelawan Namang". Tempat ini juga berdekatan dengan bangunan transit tempat beristirahat pengunjung yang juga difasilitasi oleh program CSR BSB. Tata letak yang ideal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk bersantai di Zyla Coffee karena dekat dengan kedua titik fasilitas CSR tersebut.
Terlihat para pengunjung memesan makanan dan minuman untuk dinikmati sambil berfoto di depan plang CSR BSB yang berada dekat dengan Zyla Coffee. Reyni mengakui bahwa kedai kopinya sangat diuntungkan oleh keberadaan plang ikonik sumbangan BSB tersebut. Alur pergerakan wisatawan yang hendak menuju ke titik swafoto atau yang baru saja selesai berfoto di depan plang CSR BSB secara alami menciptakan arus pelanggan potensial bagi Zyla Coffee.
"Iya, kadang pengunjung yang mau datang foto atau pulang dari foto di plang itu (plang CSR BSB), mereka singgah untuk membeli kopi di sini. Lumayan lah," kata Reyni.

Zyla Coffee dan Suasana Pengunjung di lokasi pedagang UMKM Sawah Namang saat malam hari-
Berkat perkembangan pesat usahanya di Sawah Namang Pelangi, Zyla Coffee kini telah berhasil mengepalkan sayap bisnisnya dengan membuka dua cabang baru, yaitu di Desa Penyak (Kabupaten Bangka Tengah) dan di Desa Kemuja (Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka). Reyni tetap optimis bahwa prospek UMKM di kawasan Sawah Namang akan terus cerah seiring dengan semakin meluasnya promosi digital destinasi ini di media sosial.
"Karena tempat ini telah viral, jadi kita bangun kedai seperti ini. Apalagi ke depannya, jika kawasan ini semakin tertata, tempat ini akan semakin pas untuk tempat minum kopi dan nongkrong," ujarnya.
Reyni berharap Sawah Namang terus ramai dan penataannya kian disempurnakan. Program CSR, seperti yang dijalankan oleh Bank Sumsel Babel, terbukti nyata memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang masif bagi perekonomian masyarakat bawah. Harapan yang diutarakan Reyni ini juga menjadi tumpuan hidup bagi para pekerjanya, mengingat Zyla Coffee kini telah berkontribusi menciptakan lapangan kerja baru bagi sejumlah warga lokal sekitar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
