Belajar Agama di Era Digital: Ketika Teknologi Bertemu dengan Nilai-Nilai Islam

Belajar Agama di Era Digital: Ketika Teknologi Bertemu dengan Nilai-Nilai Islam

Feni Yulianti dan Shinta Lestari Oktarini--Foto IST

Pengalaman pembelajaran PAI di SMAN 1 Pangkalpinang memberikan gambaran bahwa upaya tersebut dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan keseharian guru dan peserta didik: memilih media yang sesuai, membangun kebiasaan memeriksa informasi, membuka ruang diskusi, dan menghubungkan materi agama dengan perilaku di dunia digital.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan di era digital tidak cukup diukur dari seberapa mahir generasi muda menggunakan teknologi. Kita juga perlu bertanya apakah mereka mampu menjaga kejujuran ketika menyampaikan informasi, menghormati orang lain ketika berbeda pendapat, dan mempertimbangkan akibat dari setiap tindakan yang dilakukan di ruang digital.

Sebab, menjadi cerdas secara digital adalah sebuah kemampuan, sedangkan menggunakan kecerdasan itu untuk kebaikan merupakan tanggung jawab.

Tulisan ini bersumber dari penelitian saya bersama Shinta Lestari Oktarini yang berjudul “Digital Transformation and Islamic Value Integration in Islamic Religious Education: A Case Study at SMAN 1 Pangkalpinang”, yang telah dipublikasikan dalam Tarbiyah wa Ta’lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, Volume 13, Nomor 2, Tahun 2026, halaman 237–254. Pengalaman di SMAN 1 Pangkalpinang memberikan gambaran bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak cukup hanya berfokus pada penggunaan perangkat digital, tetapi juga perlu disertai kreativitas guru dan pengintegrasian nilai-nilai Islam. Melalui gagasan Value-Based Digital Pedagogy atau pedagogi digital berbasis nilai, teknologi dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk memperluas akses pengetahuan, tetapi juga untuk menumbuhkan sikap kritis, tanggung jawab, dan akhlak peserta didik dalam kehidupan digital.

Semoga tulisan ini dapat memberikan perspektif bagi para pendidik, akademisi, pengambil kebijakan, dan masyarakat umum tentang pentingnya menghadirkan pendidikan agama yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. Pada akhirnya, tantangan pendidikan di era digital bukan sekadar menyiapkan generasi yang mahir menggunakan teknologi, tetapi juga membentuk generasi yang mampu menggunakannya secara bijaksana, beretika, dan bertanggung jawab. Sebab, teknologi dapat membantu manusia memperoleh pengetahuan, tetapi nilai-nilai yang ditanamkan melalui pendidikanlah yang mengarahkan pengetahuan itu menjadi kebaikan. Jika kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga berakhlak dan matang secara moral, maka mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran digital merupakan langkah penting yang perlu terus diupayakan.

BACA JUGA:Membangun Generasi yang Gemar Membaca dan Berani Menulis

BACA JUGA:Lapas Sebagai Ruang Pembentukan Tenaga Kerja Profesional

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait