Identitas Mayat Pria Terdampar di Pantai Tanjung Gunung Terungkap, Ternyata...

Identitas Mayat Pria Terdampar di Pantai Tanjung Gunung Terungkap, Ternyata...

Polisi mengevakuasi jenazah yang ditemukan di Pantai Tanjung Gunung ke rumah sakit. --Foto Agus

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Temuan jenazah laki-laki yang terdampar di Pantai Kelapa Dua yang sebelumnya disebutkan Pantai Tanjung Udang, Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah pada Selasa (14/3/2026) pukul 07.00 WIB akhirnya menemukan titik terang. 

Setelah melalui proses identifikasi, korban berhasil dikenali sebagai Abdul Kadir Zailani (78), seorang lansia yang tinggal di Dusun Sampur, Desa Kebintik, Kecamatan Pangkalanbaru dan menderita dimensia alias pikun.

"Berhasilnya identifikasi korban ini tidak lepas dari kerja sama antara petugas kepolisian, puskesmas, serta keluarga korban yang akhirnya datang untuk mengakuinya," ujar Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, Selasa (24/3/2026).

 BACA JUGA:Ada Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Terdampar di Pantai Tanjung Udang

BACA JUGA:Warga Sebagin Temukan Sesosok Mayat di Pesisir Pantai, Kondisinya Tinggal Kepala dan Baju

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, jenazah pertama kali ditemukan oleh La Rusani (48), buruh harian lepas asal Desa Baskara Sakti, sekitar pukul 05.30 WIB saat hendak buang air besar di pinggir pantai. Setelah memastikan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa, saksi tersebut segera melaporkan kejadian kepada Kepala Desa Tanjung Gunung, yang kemudian menghubungi anggota piket Polsek Pangkalanbaru.

"Setelah tiba di lokasi, petugas segera melakukan olah TKP dan menemukan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban serta pampers. Selanjutnya kami menghubungi tim INAFIS untuk pemeriksaan kondisi jenazah dan berkoordinasi dengan Puskesmas Desa Benteng untuk membawa korban ke RS Bhayangkara untuk proses lebih lanjut," jelas Kapolresta.

Dari hasil wawancara dengan keluarga korban yang kemudian datang mengaku, Abdul Kadir Zailani merupakan seorang lansia yang tidak bekerja dan telah lama mengalami dimensia. 

"Keluarga menyatakan bahwa korban pernah hilang dari rumah beberapa hari sebelum jenazah ditemukan. Kondisi dimensia yang dialami membuat korban seringkali keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga," tambah Kombes Max.

Saksi kedua, Muslim (44), nelayan asal Jalan Binjai Desa Tanjung Gunung, yang juga membantu dalam proses pemeriksaan awal di lokasi, menyatakan bahwa saat itu kondisi jenazah sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

"Saya membantu mengecek kondisi korban setelah diberitahu oleh La Rusani. Saat itu kami tidak mengenalnya, sehingga sangat bersyukur akhirnya identitasnya terungkap dan keluarga bisa mendapatkan kejelasan," ujar Muslim.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun berdasarkan lokasi penemuan dan kondisi korban, diduga korban mungkin tersesat akibat kondisi dimensianya dan kemudian terdampar di pantai.

"Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Bagi masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa, kami mengimbau untuk lebih memperhatikan dan memberikan pengawasan yang maksimal agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," pungkas Kombes Pol Max Mariners.

BACA JUGA:Mayat Seorang Pria Ditemukan di Rumahnya di Pangkalpinang, Tidak Ada Tanda Kekerasan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait