5 Desa di Beltim Masih di Atas Target Stunting
Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar.--
Data yang ada menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Belitung Timur masih menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa periode terakhir,” kata Khairil saat membuka rapat koordinasi.
Menurut Khairil, kegiatan rakor TPPS menjadi sarana penting untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan sekaligus menyusun langkah strategis guna mempercepat penurunan stunting di masa mendatang.
Sebagai Ketua TPPS Kabupaten Beltim, Khairil menekankan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata.
BACA JUGA:Pemkab Bangka Tengah Fokus Jalankan Empat Program Strategis Pendidikan
Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah, kecamatan, puskesmas, penyuluh keluarga berencana (PLKB), pemerintah desa hingga Tim Pendamping Keluarga.
“Kecamatan harus aktif sebagai koordinator wilayah, puskesmas memperkuat layanan kesehatan dan gizi, sementara PLKB dan Tim Pendamping Keluarga melakukan pendampingan serta pemantauan terhadap keluarga sasaran secara berkelanjutan,” ujarnya.
Desa Buding Catat Angka Stunting Terendah
Di tengah masih adanya desa dengan angka stunting tinggi, beberapa wilayah justru menunjukkan capaian yang sangat baik dalam upaya menekan kasus stunting.
BACA JUGA:BMKG: Babel Masuki Kemarau Juni 2026
Khairil mengungkapkan Desa Buding menjadi desa dengan prevalensi stunting terendah di Kabupaten Belitung Timur, yakni hanya 1,20 persen.
Posisi berikutnya ditempati Desa Lalang Jaya dengan angka 2,09 persen dan Desa Kurnia Jaya sebesar 2,28 persen.
“Desa Buding menjadi desa dengan prevalensi stunting terendah di Kabupaten Beltim yakni hanya 1,20 persen.
Disusul Desa Lalang Jaya sebesar 2,09 persen dan Desa Kurnia Jaya sebesar 2,28 persen,” ungkapnya.
Keberhasilan desa-desa tersebut dinilai menunjukkan bahwa penurunan stunting dapat dicapai melalui intervensi kesehatan yang konsisten, pendampingan keluarga yang efektif, serta dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat.
Akurasi Data Jadi Kunci Intervensi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
