Ini Cedera Kaki yang Berisiko Muncul Setelah Maraton

Rabu 04-11-2026,08:50 WIB
Reporter : Septi
Editor : Jal

BABELPOS.ID - Olahraga lari saat ini sedang digandrungi masyarakat. Berbagai event lari jarak pendek hingga maraton diserbu pelari. Mereka berlari menguji kemampuan diri hingga finis dengan beragam keluhan. Ada yang mendapati kaki lecet, kuku kaki menghitam, serta benjolan dan luka gores pada kaki. 

Di samping itu, ada masalah yang rasa sakitnya lebih samar seperti cedera pada sesamoid, dua tulang kecil berbentuk seperti kacang polong di bawah ibu jari kaki yang membantu ibu jari kaki mendorong tubuh saat berjalan maupun berlari.

"Cedera sesamoid jarang terjadi pada populasi umum, namun cukup sering ditemukan pada pelari," ujar Dr. Jeffrey Baker, ahli podiatri di Weil Foot & Ankle Institute di Chicago, dilansir The New York Post pada 30 Oktober 2026.

Pelari dengan lengkungan kaki yang tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami cedera sesamoid karena kaki mereka yang kaku tidak cukup mendatar untuk meredam benturan saat berlari.

Alih-alih menyebarkan tekanan ke seluruh bagian kaki, lengkungan kaki yang tinggi memusatkan beban pada tumit dan bantalan kaki bagian depan.

Orang yang tulang sesamoid-nya retak biasanya harus memakai sepatu bot khusus untuk berjalan selama empat hingga enam minggu.

Kalau hanya mengalami peradangan atau sesamoiditis, masalahnya bisa ditangani dengan kompres es, obat antiinflamasi, menghindari berjalan tanpa alas kaki, serta beralih sementara ke latihan fisik berdampak rendah.

BACA JUGA:Kamu Suka Lari? Kafein Bisa Tingkatkan Performa Sprintmu

BACA JUGA:5 Pilihan Sepatu Lari Terbaik di Bawah 2 Jutaan yang Nyaman, Tangguh, dan Worth It!

Masalah lain yang bisa muncul pada pelari maraton yakni sindrom kuboid. Pergeseran tulang kuboid bisa menimbulkan rasa sakit pada sisi luar bagian bawah kaki, antara tumit dan jari kelingking.

"Tulang kuboid merupakan tulang berbentuk persegi yang dapat sedikit bergeser dari posisi normalnya ke arah sisi luar kaki sehingga menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu saat berlari," kata Baker.

Menurut dia, teknik yang disebut cuboid whip dapat diterapkan untuk mengembalikan tulang yang bergeser ke posisi yang seharusnya.

Setelah mengikuti maraton, pelari juga bisa mengalami fraktur pada tulang navikular, tulang berbentuk seperti ginjal di bagian belakang kaki yang pasokan darahnya terbatas.​​​​​​​

Baker menjelaskan, sirkulasi darah yang kurang baik membuat tulang navikular kesulitan memperbaiki kerusakan mikro secara cepat untuk mengimbangi beban latihan berintensitas tinggi.

Kondisi yang demikian bisa memicu nyeri di bagian atas dan tengah kaki serta di sepanjang lengkungan bagian dalam kaki.

Kategori :