BABELPOS.ID, SASA — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara bersama Badan Penanggulanggan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate melalui program PLN Peduli bersinergi memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui program Desa Siaga Bencana di Desa Sasa, Kota Ternate, Maluku Utara.
Kegiatan pembekalan yang berlangsung pada 20-22 Oktober 2026 di aula Desa Sasa diikuti sebanyak 30 peserta.
Selain memberikan pembekalan, PLN juga menyerahkan sejumlah peralatan pendukung yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
BACA JUGA:Lapas Pangkalpinang Hadir di SDN 61, Tumbuhkan Semangat dan Kepedulian Lingkungan
PLN turut memberikan dukungan yang diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendukung tanggap darurat, antara lain tenda darurat, tandu lipat kotak P3K, _megaphone rechargeable_, _handy talky_ (HT), rompi relawan, _helm rescue_, APAR, _headlamp rescue_, gerobak sorong, cangkul hingga sekop.
Selaras dengan _Sustainable Developments Goals_ (SDGs), Program Desa Siaga Bencana menjadi bagian dari penguatan kapasitas masyarakat yang dengan tujuan menjadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.
PLN turut melaksanakan pelatihan, sosialisasi dan simulasi tanggap darurat, serta penguatan peran warga dalam menghadapi potensi bencana.
Pelatihan Desa Siaga Bencana menghadirkan narasumber dari Kepala Bidang Pencegahan & Kesiapsiagaan BPBD Kota Ternate, Anhar Alaudin, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Ternate Moh. Ridwan Lessy, Perwakilan BPBD Provinsi Maluku Utara, Gamal Hadi serta Lurah Kelurahan Desa Sasa, Ridwan B. Farman.
Para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai mitigasi risiko bencana, kesiapsiagaan, pertolongan pertama, hingga langkah-langkah penanganan masyarakat dalam situasi darurat.
Lurah Desa Sasa, Ridwan B. Farman, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas kepedulian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Desa Sasa.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas bantuan peralatan dan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat Desa Sasa.
Kami sangat bahagia karena kegiatan ini memberikan pengetahuan dan kesiapan bagi masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujar Ridwan.
Kota Ternate memiliki karakteristik wilayah dengan beragam potensi bencana, mulai dari erupsi gunung api, banjir, kebakaran, tanah longsor, angin puting beliung, hingga kekeringan.