Menurut dia, pelaku UMKM perlu memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat manajemen usaha, memasarkan produk melalui media sosial, dan memperluas jangkauan penjualan secara daring.
Harry mencontohkan, usaha tidak harus dimulai dengan mendirikan kantor atau memiliki tempat usaha besar.
Pengrajin kayu, pedagang bakso, hingga produsen rumahan dapat menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah.
Ia juga mengajak masyarakat membiasakan diri membeli produk UMKM lokal agar perputaran ekonomi memberikan manfaat bagi pengusaha dan keluarga mereka.
BACA JUGA:Tinjau Lokasi Pengungsian dan Kebakaran, Gubernur Hidayat Arsani Tegaskan Tanggung Jawab Pemerintah
“Setiap rupiah yang kita berikan menjadi napas bagi pelaku UMKM untuk terus bekerja dan menghidupi keluarganya,” katanya.
Dalam kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2026 tersebut, sebanyak 64 stan UMKM lokal turut berpartisipasi memamerkan produk mereka.
Harry mengatakan, pameran tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi HIPMI Babel dengan OJK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.
BACA JUGA:Tradisi Makan Siang Jumat Bersama Kapolres dan Warga Muhammadiyah di Masjid Baitul Ummah Sungailiat
Harry juga menekankan pentingnya peran pengusaha lokal dalam menggerakkan perekonomian Bangka Belitung.
Menurutnya, potensi daerah perlu didukung regulasi yang memudahkan pengembangan usaha.
Ia mengajak keluarga besar HIPMI dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat UMKM agar pengusaha lokal tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
"Kami optimis bahwa dengan bekal dukungan pembiayaan, pemasaran digital, dan kebiasaan membeli produk lokal, UMKM Babel diharapkan mampu berkembang, memperluas pasar, serta berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah," tambahnya.