Dalam sesi berbagi pengalaman, perwakilan KTH Selanduk Permai menceritakan proses menjalankan usaha penggemukan kepiting bakau, mulai dari metode pemeliharaan dan proses produksi hingga peluang pengembangan serta tantangan yang dihadapi.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata bahwa pengembangan usaha membutuhkan lebih dari sekadar potensi alam. Pengetahuan teknis, ketekunan, dan pengelolaan yang tepat menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang dapat bertahan dan berkembang.
Hingga saat ini, KTH Selanduk Permai telah melaksanakan dua kali panen pilih dengan kapasitas mencapai sekitar 70 kilogram dalam satu periode penggemukan selama dua hingga tiga bulan.
Capaian ini menjadi pengalaman berharga yang dapat dipelajari kelompok perhutanan sosial lainnya dalam menjajaki peluang usaha berbasis potensi pesisir. Lebih dari angka produksi, pengalaman tersebut menunjukkan adanya ruang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya secara terarah dan bertanggung jawab.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui partisipasi dan pertukaran pengalaman antarkelompok. Kesempatan untuk memperoleh pengetahuan teknis sekaligus belajar langsung dari kelompok yang telah menjalankan usaha memberikan perspektif baru mengenai peluang pengembangan ekonomi di kawasan kelola mereka.
Para peserta berharap kegiatan peningkatan kapasitas dan pendampingan serupa dapat terus dilakukan, sehingga semakin banyak kelompok memiliki bekal untuk mengembangkan usaha sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.
“Melalui kolaborasi dengan KPLPB, PHE OSES berupaya mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir yang tidak berhenti pada dukungan usaha, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan potensi lokal,” ujar Danya Dewanti, Head of Communication Relations & CID PHE OSES.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat membangun kemampuan untuk mengenali peluang, mengelola usaha, dan mengembangkan sumber pendapatan secara bertahap menuju kemandirian ekonomi.
Menjaga mangrove dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukanlah dua tujuan yang harus berjalan sendiri-sendiri. Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, keduanya dapat saling menguatkan.
Melalui Program Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pesisir Belitung Timur, PHE OSES bersama KPLPB mendorong agar potensi alam yang dijaga hari ini dapat menjadi bagian dari peluang ekonomi masyarakat pada masa mendatang, sekaligus tetap terpelihara bagi generasi berikutnya.