Termasuk untuk pelaporan keberadaan ormas dan kinerjanya juga sudah dilakukan dan berakhir pada 27 Agustus 2026 lalu.
BACA JUGA:5 Rekomendasi HP Pertama Terbaik untuk Anak yang Aman, Awet, dan Ramah Kantong
"Kegiatan yang dilaksanakan FPPI ini sangat positif dalam rangka melihat kemandirian ormas untuk terus mengembangkan diri ke depan.
Makanya kami siap mensupport," tambahnya.
Rudi Zulfiarrosandi perwakilan DP3ACSKB Bangka Belitung menilai bahwa melalui forum Rakerda seperti yang dilaksanakan FPPI Babel ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi perempuan - perempuan hebat Indonesia khususnya di Bangka Belitung untuk terus bergerak dalam pembangunan dan menjadi mitra startegis bagi Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dalam mengembangkan kebijakan untuk ke depanya.
BACA JUGA:Tips Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami, Ini 5 Panduan Sehat untuk Tubuh Ideal
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Bangka Belitung, Wijaya memastikan bahwa dengan
MoU bersama FPPI Babel ini maka akan mampu membangun sinergi yang lebih baik dalam rangka memberikan pelatihan-pelatihan untuk pemberdayaan perempuan.
"Melalui MoU ini hingga 3 tahun mendatang dan kita akan bersama-sama mencari formula terbaik yang dalam rangka memberikan pelatihan bagi pemberdayaan perempuan.
Dan semoga ini juga dapat menjadi perhatian dari pusat untuk penganggarannya," tambah Wijaya.
BACA JUGA:Wabup Bangka Buka Workshop Eco Enzyme: Langkah Sederhana Kelola Sampah Organik
BACA JUGA:Perkuat Deteksi Dini, Lapas Narkotika Pangkalpinang Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine
BACA JUGA:Polresta Pangkalpinang Bongkar Peredaran Upal di Pangkalpinang, 163 Lembar Rp100 Ribu Disita