Nilai Tukar Petani Babel Naik Jadi 1,29 Persen

Selasa 01-09-2026,16:27 WIB
Reporter : Septi/ant
Editor : Govin

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai tukar petani (NTP) Kepulauan Babel pada Agustus 2026 sebesar 165,81 atau mengalami kenaikan 1,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 163,69, yang menandakan kesejahteraan petani meningkat.

"Peningkatan NTP ini karena naiknya indeks harga diterima petani (It) 1,81 persen, sementara indeks harga dibayar petani (Ib) naik lebih rendah 0,51 persen," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Selasa.

BACA JUGA:Rugikan PAD dan Langgar Perda KTR, Puluhan Spanduk Rokok Ilegal di Sungailiat Ditertibkan Satpol PP

Ia mengatakan hasil pemantauan harga perdesaan di enam kabupaten di Provinsi Kepulauan Babel pada Agustus 2026, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung naik 1,29 persen, karena dipengaruhi oleh naiknya indeks pada subsector hortikultura 6,03 persen.

Selanjutnya, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 1,07 persen, peternakan naik 3,86 persen dan subsektor perikanan naik 0,55 persen.

Sebaliknya, tanaman pangan mengalami penurunan 0,64 persen.

BACA JUGA:Pemkab Bangka Tengah Proyeksikan Pendapatan Daerah Rp825,6 Miliar

Ia menyatakan melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

"Pada Agustus tahun ini, secara umum Ib sebesar 128,90 atau naik sebesar 0,51 persen bila dibanding bulan sebelumnya 127,25," katanya.

Ia menambahkan It merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani.

BACA JUGA:TDM Simpang Katis Ajak Warga Desa Katis Rayakan Kemerdekaan dengan Jalan Santai, Games dan Doorprize

Terdapat lima subsektor komoditashasil-hasil pertanian yang dicatat perkembangan harganya.

"Pada Agustus 2026, secara umum It sebesar 212,07 atau mengalami kenaikan 1,81 persen dibanding It bulan sebelumnya 208,30, karena naiknya It pada subsektor tanaman hortikultura 6,55 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,62 persen, peternakan 4,08 persen dan perikanan naik 0,89 persen, sementara tanaman pangan turun 0,05 persen," katanya.

BACA JUGA:Melalui Raperda Perubahan APBD 2026, DPRD dan Pemprov Babel Sepakat Prioritaskan Program Layanan Dasar

BACA JUGA:Sukses Kembangkan Hortikultura di Ponpes Manbaul Ulum, Kini Merambah ke Nahdhotul Muhibbin

Kategori :