Karena itu, ia menyarankan untuk membaca label produk dengan teliti jika berolahraga pada waktu yang lebih larut.
Sebaliknya, olahraga juga bisa membantu tidur. Dalam hal ini, dengan berolahraga secara moderasi, tidak hanya dapat menghindari tubuh menjadi terlalu terstimulasi, tetapi juga justru membantu meningkatkan kualitas tidur.
Harris mengatakan pilihan terbaik sebelum tidur adalah aktivitas dengan intensitas rendah, seperti yoga restoratif, peregangan, pilates ringan, atau berjalan santai.
Aktivitas tersebut dapat membantu mengurangi ketegangan otot, menenangkan sistem saraf, dan memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya beralih menuju tidur.
Bahkan olahraga aerobik dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, atau joging, secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan kualitas tidur, di mana juga dapat membantu seseorang lebih mudah tertidur dan menghabiskan lebih banyak waktu dalam fase tidur nyenyak yang bersifat memulihkan.
Lebih lanjut, Harris menyarankan agar olahraga lebih diarahkan untuk membantu “tubuh rileks setelah menjalani hari yang sibuk.”
“Jenis aktivitas ini juga mendorong pernapasan yang lebih lambat dan relaksasi sehingga seseorang dapat lebih mudah tertidur,” ujar dia.
BACA JUGA:6 Sayuran Terbaik untuk Menurunkan Tekanan Darah, Ada Bayam dan Tomat
BACA JUGA:Mantap untuk Jelajah Nusantara, Ini 5 Motor Adventure di Bawah Rp 100 Jutaan