Kehadiran ayah tidak hanya sebatas sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara emosional dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Menteri turut mengingatkan para orang tua agar bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak.
Penggunaan teknologi yang tidak terkontrol dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan karakter, kemampuan bersosialisasi, hingga kesehatan mental generasi muda.
BACA JUGA:Dilengkapi Memori Ekstrenal Hingga 2TB, Begini Spesfikasi Samsung Galaxy A27 5G
""Selain itu, keluarga diharapkan menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai persoalan sosial seperti perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan.
Menurutnya, penguatan fungsi keluarga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak," ujarnya.
BACA JUGA:Korea Selatan Gagal ke 32 Besar, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Diakhir pidatonya, Menteri mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Hari Keluarga Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen membangun keluarga yang sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh.
"Pemerintah akan terus menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada keluarga.
Namun, keberhasilan pembangunan bangsa tetap bermula dari keluarga sebagai tempat pertama membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia," pungkasnya.
BACA JUGA:Tunggu Perbup, Penetapan Co-Billing Retribusi Sampah di Bangka Ditunda
BACA JUGA:Dilema Penertiban Timah Bagi Ekonomi Rakyat dan Kedaulatan Negara