BABELPOS.ID, NAMANG - VIRALNYA objek wisata Sawah Namang Pelangi berhasil menarik minat ratusan hingga ribuan pengunjung. Fenomena ini menjadi peluang ekonomi yang sangat besar bagi warga setempat. Sektor kuliner tumbuh pesat dan membuat masyarakat mendapatkan lapangan pekerjaan baru maupun penghasilan tambahan yang menjanjikan.
Puluhan warga dari Desa Namang dan desa tetangga kini aktif berjualan di kawasan Sawah Namang Pelangi. Keuntungan finansial diraup dari melonjaknya arus wisatawan yang penasaran dengan keindahan Sawah Namang Pelangi.
Di sisi lain, kehadiran para pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini sangat membantu pengunjung agar tidak repot atau kesulitan saat merasa lapar. Pilihan kuliner yang ditawarkan pun sangat banyak. Mulai dari minuman segar pengusir dahaga seperti teh, kopi, matcha, hingga aneka varian es tersedia lengkap jika pengunjung merasa haus.
Sementara itu, untuk pengganjal perut, kudapan lokal seperti pempek, donat, sate taichan, menu ala angkringan, hingga menu praktis seperti mi instan ikut meramaikan deretan lapak pedagang. Salah seorang pedagang kuliner, Junai (44), mengatakan bahwa ia kini berjualan di Sawah Namang setiap hari.
Sebelumnya, ia memiliki pekerjaan lain. Namun, setelah satu tahun belakangan ini mencoba berjualan di Sawah Namang, ia akhirnya memilih untuk fokus mencari nafkah di sini. Menurut Junai, saat ini ada lebih dari 30 pedagang yang menjajakan beragam produk, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner kekinian.
Sawah Namang Pelangi ini tidak hanya diisi oleh warga Desa Namang saja, melainkan juga diramaikan oleh para pedagang dari luar desa. Ia merasa program penataan wisata ini memberikan peluang hidup baru untuk meningkatkan pendapatan keluarganya seiring dengan ramainya kunjungan ke Sawah Namang.
"Dulu awalnya pengunjung masih belum terlalu ramai saya sudah mulai berjualan. Karena sekarang sudah ramai, jadi saya memutuskan untuk tiap hari bekerja dan berjualan di sini," kata Junai, Sabtu (20/6/2026) di Sawah Namang Pelangi.
BACA JUGA:CSR BSB Jadikan Sawah Namang Kian Memukau
BACA JUGA:Transaksi Aman & Praktis dengan BSB Mobile!
Junai mengaku para pedagang di kawasan tersebut tidak dibebani oleh biaya pungutan yang mahal, tergantung hasil jualan. Selain itu, mereka merasa sangat terbantu oleh fasilitas penunjang yang disediakan oleh beberapa pihak karena membuat kunjungan wisatawan semakin nyaman.
Kondisi yang kondusif inilah yang sangat membantu para pedagang untuk bisa bertahan dan terus berjualan di Sawah Namang. Ia juga tidak menampik peran besar Bank Sumsel Babel (BSB) dalam memberikan bantuan ke Desa Namang.
Berbagai bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut berhasil mendongkrak daya tarik Sawah Namang, yang pada akhirnya berimbas positif pada peningkatan jumlah kunjungan dan angka penjualan dagangan mereka. Kehadiran program CSR BSB ini juga turut memantik masuknya bantuan-bantuan lain yang mendukung kenyamanan Sawah Namang, baik bagi pedagang maupun pengunjung.
"Orang datang ke sini tidak sekadar melihat sawah, mereka berfoto dan berjalan-jalan di berbagai tempat. Termasuk yang paling sering dijadikan tempat foto adalah tulisan 'Sawah Namang' yang berada di tengah itu," kata Junai sembari menunjukkan plang swafoto ikonik yang dibangun oleh BSB.
Junai mengaku kunjungan wisatawan membawa dampak instan pada perputaran ekonomi para pedagang, terutama pada hari libur dan akhir pekan. Tidak hanya siang atau sore, Sawah Namang pun didatangi pengunjung saat malam hari. Pengunjung yang datang tidak hanya warga lokal, melainkan juga pelancong dari luar Pulau Bangka. Dagangan miliknya seperti pempek, kemplang, aneka kue, serta berbagai macam minuman pun kecipratan berkah dan laku dibeli pengunjung.
Zyla Coffee dan Suasana Pengunjung di lokasi pedagang UMKM Sawah Namang--