Hasil Survei BI: Keyakinan Konsumen Babel Meningkat, Didorong Omzet Usaha dan Program MBG

Kamis 14-05-2026,17:42 WIB
Reporter : Agus Putra
Editor : Govin

Sebanyak 33 persen responden mengaku konsumsinya bertambah, dan 63,5 persen lainnya menyatakan kondisinya relatif stabil.

Barang elektronik menjadi jenis barang yang paling banyak dibeli, yang disebutkan oleh 34,8 persen responden.

 BACA JUGA:Polda Babel Bakal Gelar Bhayangkara Babel Run 2026 Edisi Ketiga, Catat Waktunya

Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang menggambarkan pandangan masyarakat terhadap ekonomi enam bulan ke depan masih berada di level optimis, yakni sebesar 124.

Meskipun sedikit melunak dibanding capaian Maret 2026 sebesar 127,3, angka ini tetap mencerminkan kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap masa depan ekonomi daerah.

 BACA JUGA:Polda Babel Bakal Gelar Bhayangkara Babel Run 2026 Edisi Ketiga, Catat Waktunya

Sebanyak 38,5 persen responden memperkirakan kegiatan usaha akan terus tumbuh dalam enam bulan mendatang, sedangkan 45,5 persen lainnya memperkirakan kondisinya tetap stabil.

Menariknya, 33,8 persen responden meyakini peningkatan usaha ini didorong oleh adanya proyek dan program pemerintah, khususnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

 BACA JUGA:Kakanwil Ditjenpas Babel Beri Penguatan, Tegaskan Pelanggaran di Lapastik Pangkalpinang Tak Akan Ditoleransi

Keyakinan ini juga terlihat dari harapan akan tersedianya lapangan kerja baru.

Sebanyak 31,5 persen responden memperkirakan lapangan pekerjaan akan bertambah, didasari keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan akan bergerak ke arah yang lebih positif.

Meski demikian, Rommy mengingatkan bahwa perbaikan ekonomi ini masih menghadapi tantangan.

Sebagian responden menilai potensi kenaikan harga barang kebutuhan masih menjadi perhatian, yang dipicu oleh tingginya biaya bahan baku.

 BACA JUGA:Dua Lagu Tradisional Basel Resmi Jadi KIK Indonesia

“Secara keseluruhan, optimisme masyarakat terhadap ekonomi Bangka Belitung sangat terjaga.

Namun, kita tetap harus waspada terhadap potensi kenaikan harga yang dipengaruhi biaya produksi.

Kategori :