Di barisan peserta, para nelayan tampak antusias mengikuti kegiatan.
Bagi mereka, cuaca ekstrem bukan sekadar istilah, melainkan risiko nyata yang dihadapi setiap kali melaut.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami, terutama yang setiap hari melaut.
Kadang cuaca berubah cepat, jadi kami memang harus lebih waspada.
Dengan adanya sosialisasi ini, kami jadi lebih paham bagaimana menjaga keselamatan,” ujar Iwan salah satu nelayan yang hadir.
BACA JUGA:Potret Ketimpangan Penegakan Hukum Mafia BBM dan Pengerit Kecil di Kejari Bangka
Gubernur juga mengingatkan bahwa urusan kebencanaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha.
“Penanganan bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menciptakan ketangguhan daerah,” tambahnya.
Kegiatan yang turut dihadiri Ketua TP PKK Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, jajaran pemerintah daerah, serta unsur BPBD ini diisi dengan berbagai rangkaian, mulai dari pemaparan materi hingga penayangan capaian satu tahun kepemimpinan gubernur.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut berperan aktif, mulai dari memahami potensi risiko di sekitarnya, memanfaatkan informasi resmi, hingga terlibat dalam pelatihan dan simulasi kebencanaan.
Di Pantai Pasir Padi hari itu, satu pesan sederhana mengemuka, kesiapsiagaan bukan hanya program pemerintah, tetapi budaya yang harus tumbuh di tengah masyarakat.
BACA JUGA:Kapolda Babel Tekankan Sinergi Pers dan Polri untuk Cegah Hoaks dan Bangun Informasi Akurat
BACA JUGA:Panggung Popularitas