Sebagai langkah mitigasi, PLN UIW Babel telah melakukan penguatan gardu induk dan sistem transmisi, termasuk perbaikan jalur kabel laut Sumatera–Bangka pada tahun 2025.
Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN UIW Babel membentuk 61 posko siaga dengan personel serta sarana dan prasarana pendukung yang memadai.
BACA JUGA:BAZNAS Kabupaten Bangka Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H/2026 M: Rp42.000 per Jiwa atau 2,7 Kg Beras
Selain itu, PLN juga mengidentifikasi sejumlah titik kerawanan pada sistem Bangka dan Belitung yang telah disiapkan rencana mitigasi jangka pendek dan menengah, termasuk pengawasan terhadap potensi aktivitas pertambangan masyarakat di sekitar tower SUTT yang berisiko membahayakan infrastruktur kelistrikan.
BACA JUGA:Sosialisasi Good Governance Kepada OPD dan Kades di Basel, Sabrul ; Jangan Ada Praktik KKN
Menanggapi paparan tersebut, Kgs Chris Fither menyampaikan apresiasi atas kesiapan teknis yang dilakukan PLN, sekaligus menekankan pentingnya kecepatan respons terhadap laporan masyarakat apabila terjadi listrik padam.
“Kami mengapresiasi penguatan infrastruktur dan langkah mitigasi yang telah dilakukan.
Namun yang tidak kalah penting adalah kepastian respons cepat ketika terjadi gangguan.
Keandalan sistem harus berjalan seiring dengan pelayanan pengaduan yang sigap, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
BACA JUGA:Peluang Emas, PT Timah Tbk Buka Kembali Pendaftaran Program Kelas Beasiswa di SMAN 1 Pemali
Dari sisi layanan pengaduan, PLN UIW Babel menyiapkan tim siaga dan command center yang memantau laporan masyarakat melalui aplikasi PLN Mobile serta koordinasi dengan pemerintah desa.
PLN menetapkan Service Level Agreement (SLA) penanganan pengaduan maksimal tiga jam sebagai bentuk komitmen percepatan respons terhadap gangguan listrik padam.
BACA JUGA:Yogi Maulana Desak PT Timah Benahi Tata Kelola dan Komitmen Pembayaran Mitra
Ombudsman Babel menyambut baik komitmen tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi pengawasan dan pelayanan.
“Kolaborasi ini penting agar setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat dan terukur.
Respons yang konsisten akan memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kelistrikan,” pungkasnya.