Ia juga mengingatkan bahwa kelompok True Crime Community berpotensi membahayakan karena memuat konten ekstrem, mulai dari simulasi penyerangan hingga materi perakitan bahan peledak.
Oleh karena itu, pengawasan terhadap aktivitas anak di media sosial perlu diperketat agar tidak terjerumus ke dalam konten yang dapat merusak pola pikir dan mengancam keselamatan mereka.
Selama kegiatan berlangsung, sosialisasi berjalan aman, tertib, dan mendapat respons antusias dari para siswa.
Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan dapat menjadi duta anti-kekerasan di lingkungan sekolah serta berani melaporkan kepada guru apabila menemukan tindakan kekerasan atau perilaku menyimpang.
BACA JUGA:Rumah Warga Teladan Diobok-obok Pencuri, Pelaku Ternyata Juga Mencuri Tas di Tempat Lain
Densus 88 AT Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif kepada generasi muda serta seluruh elemen masyarakat melalui kolaborasi lintas instansi guna mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.