Jadi saya pikir warga Air Kantung, warga Parit Pekir ada juga warga nelayan dua, nelayan satu dan warga manapun yang pengguna alur muara ini sangat terganggu dengan penyempitan muara yang terjadi di Air Kantung itu, termasuk aktivitas ekonomi yang sangat sangat terganggu.
Ada cerita nelayan yang malam datang mau berlabuh tapi enggak bisa masuk," katanya.
BACA JUGA:75 Mahasiswa Beltim Terima Beasiswa Tidak Tetap, Bupati Dorong Penerima Pulang Membangun Daerah
"Banyak warga harus beralih ke jalur lain seperti Pangkal Balam yang lebih mudah diakses, sehingga berdampak pada perekonomian lokal, termasuk pendapatan dari parkir kapal," sambungnya.
Dirinya mengapresiasi PT TIMAH Tbk yang merespon permintaan masyarakat untuk melakukan pengerukan muara Air Kantung dengan menggunakan alat berat sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi persoalan pendangkalan muara.
BACA JUGA:AFTECH Perluas Literasi Fintech dan Keuangan Digital di Bangka Belitung melalui Program INFINITY
"Saya pikir PT TIMAH Tbk sudah melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Bergerak cepat, merespon permintaan masyarakat, meski pengerukan muara menggunakan PC bukan solusi utama sebenarnya.
Namun memang sekarang ini belum ada yang bergerak serius untuk pembenahan muara.
Jadi apa yang dilakukan PT TIMAH Tbk benar-benar sangat membantu masyarakat, paling tidak masyarakat bisa keluar masuk muara ini dengan baik, dengan lancar, walaupun bukan solusi terbaik," tutupnya.