PANGKALPINANG - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi perikanan. Melihat peluang ini, Ratna mengolah hasil perikanan menjadi makanan ringan. Olahan ikan yang dibuat Ratna yakni kemplang dan ampiang. Kemplang dan ampiang merupakan makanan khas Babel yang memiliki cita rasa yang gurih. Cemilan ini tidak hanya menjadi cemilan, tapi juga enak disantap sebagai teman makanan berat seperti nasi, bakso dan lainnya. Makanan yang terbuat dari olahan ikan yang bercampur dengan sagu ini semula hanya terbuat dari ikan. Namun, belakangan Ratna mulai mengkreasikan tidak hanya dari ikan, tapi juga dari udang dan cumi. Memulai usahanya sejak 12 tahun silam, usaha Ratna pasang surut. Keterbatasan modal dan juga peralatan menjadi kendalanya. \"2014 saya mulai usaha buat kemplang ikan. Waktu itu memang seadanya, beli ikan cuma 5 kg paling banyak 10 kg, karena belum freezer untuk nyimpan ikan. Itupun numpang di kulkas orang tua kalau kulkas saya penuh,\" ceritanya, Jumat (23/7/2021). Untuk itu, dirinya hanya bisa memproduksi kemplang dan ampiang sekala kecil. Di Tahun 2016 dirinya mulai mengetahui PT Timah Tbk melalui CSR nya. Berniat mengembangkan usahanya, Ratna memanfaatkan Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) untuk menambah modal usaha. Setelah mendapatkan pinjaman modal dari PT Timah Tbk, dirinya bisa membeli freezer untuk menyimpan lebih banyak stok ikan. Membeli mesin giling ikan dan peralatan lainnya. Sehingga produksinya semakin meningkat. Semakin banyak yang mengenal produknya, permintaannya juga semakin meningkat. Akhirnya setelah melunasi satu tahun pinjamannya, Ia kembali memanfaatkan program PUMK PT Timah Tbk untuk kembali menambah alat produksinya. \"Alhamdullillah satu tahun lunas, setelah itu pinjam lagi. Saya tambah beli freezer lagi, jadi lebih banyak bisa stok ikan, ya berkat modal dari PT Timah saya bisa nambah alat dan kembangkan usaha,\" katanya. Saat ini dirinya bisa memproduksi 7-12 kg ampiang dan kemplang perhari. Tak ada kendala sebetulnya dalam menjalankan usahanya. Hanya saja dalam membuat kemplang dirinya masih tergantung sinar matahari. Pasalnya kemplang harus dijemur dulu. \"Saya belum punya alat untuk mengeringkan kemplang, jadi masih bergantung matahari. Kalau panas itu 2 hari bisa kering, kalau hujan bisa 3-4 hari. Kadang kalau hujan itu bisa jamuran, itulah saya kepengen punya alat pengering kemplang,\" katanya. Sebelum pandemi kata dia omsetnya bisa mencapai jutaan perbulan. Namun, saat pandemi omsetnya menurun hingga 70 persen. \"Jauh sekali omset turunnya, tapi saya tetap bertahan bikinnya dikurangi. PT Timah juga bantu promosikan produk saya, sehingga agak lumayan,\" katanya. Baginya, PT Timah telah membantu banyak usahanya. Jika tak ada program PUMK mungkin Ia tak bisa mengembangkan usahanya seperti saat ini. \"Semenjak pinjem uang dari di PT Timah saya bisa mengembangkan usaha. Kalau tidak ada dana dari PT Timah bingung juga mau minjem darimana. Kalau ke bank kan dak mampu karena ada bungnya. Terus kalau minjem di PT Timah syarat dan prosesnya mudah,\" ceritanya. Selain itu, kata dia PT Timah juga membantu memasarkan produknya. Saat ini produknya dipasarkan di Galeri Serumpun Sebalai yang ada di Bandara. \"PT Timah juga bantu promosi, saya kan promosinya hanya dari mulut ke mulut. Banyak sekali lah bantuan dari PT Timah saya bisa menyekolahkan anak dari usaha ini, bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,\" sebutnya. Menurutnya, produk kemplang dan ampiang olahannya berbeda dengan yang lainnya. Pasalnya dibuat dari ikan yang segar dan berkualitas. Ia juga memasarkan produknya di beberapa toko oleh-oleh di Pangkalpinang. Namun, biasanya lebih banyak yang datang langsung membeli ke rumahnya. \"Bagi yang mau membeli produk saya bisa datang langsung ke Gang Satam IV Semabug Baru, Pangkalpinang. Rasanya dijamin enak,\" katanya.(pas/rel)
Berkat Modal dari PT Timah Tbk, Ratna Berhasil Kembangkan Usaha Kemplang dan Ampiang
Jumat 23-07-2021,13:23 WIB
Editor : babelpos
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 15-09-2026,08:22 WIB
4 HP Redmi Note 17 Series Masuk Indonesia 16 September 2026, Ada yang Punya Baterai 10.000 mAh
Selasa 15-09-2026,14:52 WIB
Perkuat Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, Gubernur Babel Buka Persoalan di DPR RI
Selasa 15-09-2026,07:49 WIB
Tipikor 15 Kontainer LTJ PT PMM, Pejabat Balai Laboratorium Bea Cukai Jakarta Juga Kena Getah
Selasa 15-09-2026,07:19 WIB
Penyebab dan Cara Mengatasi Kaca Lampu Mobil Menguning Agar Kembali Kinclong
Selasa 15-09-2026,08:03 WIB
Kamu Olahraga Pagi atau Sore? Ketahui Plus Minusnya
Terkini
Selasa 15-09-2026,20:40 WIB
Divonis Lebih Ringan dari Justiar Ayahnya, Aditya Dihukum 3 Tahun Penjara Tipikor Lahan Tambak Udang
Selasa 15-09-2026,20:09 WIB
Data KPK: 973 Kades & Perangkatnya Tersandung Korupsi, Desa Kimak Bangka Jadi Percontohan Anti Korupsi
Selasa 15-09-2026,19:21 WIB
Polres Bangka Barat Tangkap Pembakar 5 Rumah di Cupat
Selasa 15-09-2026,18:42 WIB
Tok! Justiar Noer Divonis 6 Tahun Penjara Kasus Tipikor Lahan Tambak Udang PT SAS & PT LAM
Selasa 15-09-2026,17:27 WIB