*Samsul : Mulai Beroperasi Sebelum Hari Raya Idul Adha -- TOBOALI - Ratusan unit ponton apung skala kecil jenis Tambang Inkonvensional (TI) Tungau kembali menjamur dan bebas beroperasi di pesisir laut Kampung Nelayan, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Bangka Belitung (Babel). Padahal sebelumnya aktivitas penambangan pasir timah yang dianggap illegal itu telah ditertibkan oleh tim gabungan (Timgab) aparat Kepolisian, TNI dan PT Timah Tbk. Kala itu penertiban terhadap aktivitas TI Tungau dipimpin Karo Ops Polda Babel, Kombes Pol Sihar Manurung lantaran tidak memenuhi persyaratan dan standar untuk melakukan kegiatan penambangan pasir timah di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) milik PT Timah Tbk, khususnya di perairan Toboali. Namun faktanya hampir 3 bulan terakhir atau tepatnya pada H-3 sebelum Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah aktivitas tersebut kembali menjamur bagaikan tumbuhan jamur di kala musim hujan. Bahkan, saat ini juga masih beroperasi mulai dari pagi hingga malam hari. Ketua Rukun Tetangga (RT) 01 Kampung Nelayan, Samsul Zulhadi kepada wartawan menjelaskan, satu unit ponton apung tersebut menghasilkan sekitar 5 hingga 10 kilogram pasir timah dengan harga jual perkilonya saat ini berkisar Rp 200.000. \"Satu unit ponton apung terdapat 2 hingga 3 orang pekerja dari berbagai daerah di Pulau Bangka. Pasir timah dari kegiatan penambangan ini dijual bebas,\" kata Samsul Zulhadi saat ditemui di pesisir laut Kampung Nelayan, Minggu (5/9/2021) sore kemarin. Samsul menambahkan, aktivitas TI Tungau tersebut mulai beroperasi di pesisir laut Kampung Nelayan pada H-3 sebelum Hari Raya Idul Adha. Saat itu, hanya beroperasi pada pagi hari hingga sore. Tetapi kalau sekarang ini malam hari pun tetap beroperasi selama 24 jam. \"Dulu pernah ditertibkan dan dirazia oleh tim gabungan dari Polda Babel, Polres Basel, TNI dan juga PT Timah Tbk. Bahkan ada beberapa unit ponton yang dibongkar. Tapi sekarang ini malah kembali beroperasi hingga larut malam, dan kalau dihitung ada sekitar seribuan lebih unit ponton yang beroperasi,\" jelas Samsul. Diakui Samsul, bahwa pihaknya sangat terganggu dengan aktivitas TI Tungau yang beroperasi pada malam hari. Mengingat pesisir Kampung Nelayan merupakan pemukiman padat penduduk dan banyak terdapat anak-anak kecil, sehingga berdampak mengganggu waktu istirahat warga terutama di malam hari dan belum lagi keluar masuknya kendaraan sepeda motor milik para pekerja yang berdampak akan terjadinya kecelakaan dan menabrak anak-anak saat sedang bermain pada pagi hari, siang dan sore hari. \"Saya sebagai Ketua RT melarang tidak dan mengizin pun tidak. Kalau ada razia tanggung sendiri resikonya,\" ujar Samsul seraya berharap kepada pemerintah dan pihak terkait lainnya kalau seandainya aktivitas TI Tungau tersebut dilegalkan maka segera legalkan. Kalau memang harus ditertibkan segera ditertibkan, jangan jadikan pesisir Kampung Nelayan sebagai pesisir atau kawasan abu-abu. \"Nasib para pekerja tambang juga harus dipikirkan. Untuk itu, sangat diharapkan agar kiranya pemerintah dan pihak terkait lainnya dapat segera mencari jalan keluar dan solusi terbaik bagi para pekerja TI Tungau. Kalau memang harus ditertibkan, ya segera ditertibkan. Kalau memang harus dilegalkan, ya segera legalkan,\" tutur Samsul. Sementara, Kepala Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Basel, AKP Slamet Riyadi saat dikonfirmasi Babel Pos terkait maraknya aktivitas TI Tungau beroperasi di pesisir laut Kampung Nelayan, Toboali, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.(tom)
TI Tungau Kembali Marak, Beroperasi Hingga Malam Hari
Senin 06-09-2021,07:00 WIB
Editor : babelpos
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 21-08-2026,12:14 WIB
Rekap Transfer Pemain Liga Italia 2026/27, Inter dan AC Milan Paling Sibuk
Jumat 21-08-2026,08:40 WIB
Rekomendasi 5 HP Compact Terbaik di Indonesia, Bodi Ringkas, Nyaman di Saku, Performa Garang
Jumat 21-08-2026,14:25 WIB
Mufakhom Resmi Pimpin Lapas Narkotika Pangkalpinang, Siap Lanjutkan Program Novriadi
Jumat 21-08-2026,13:05 WIB
Perkebunan Sawit Rakyat di Belitung Meningkat, Luas Capai 7.302 Hektare
Jumat 21-08-2026,09:23 WIB
Buser Naga Tangkap Pelaku Pencurian di 5 TKP Pangkalpinang
Terkini
Jumat 21-08-2026,20:13 WIB
Relawan Bakti BUMN Belajar Manfaatkan FABA PLTU Tidore jadi Barang Bernilai Guna
Jumat 21-08-2026,19:47 WIB
Siwo dan Ketua PWI Basel Ajak Masyarakat Ramaikan Tournament Orado PWI Cup dan UMKM Kemerdekaan
Jumat 21-08-2026,19:43 WIB
Rudianto Tjen Tanamkan Semangat Berkarya kepada Mahasiswa Polman Babel
Jumat 21-08-2026,18:47 WIB
Konyol! Oknum Hakim Nyaris Duel dengan Advokat di Halaman PN Sungailiat
Jumat 21-08-2026,18:44 WIB