SYAHDAN di sebuah negeri, tersebutlah seorang tokoh yang dikenal sebagai tauke. Ia dipanggil oleh teman-teman dan sahabatnya sebagai Abu Tambang, karena cuma dialah yang berani menambang di tempat-tempat terlarang. Oleh: Syahril Sahidir - CEO Babel Pos Grup -- SEPERTI hari itu, petinggi negeri dibuat murka. Bagaimana tidak, pagi-pagi ia sudah menerima laporan alun-alun negeri yang luas dan rapi sudah berlubang dalam digali oleh seseorang. Padahal aturan negeri jelas, alun-alun negeri itu termasuk salah satu objek vital nasional yang tidak boleh digali sembarangan karena itu adalah tempat petinggi menghimpun rakyatnya jika ada hal penting yang akan ia sampaikan. \\\'\\\'Cari dan tangkap orang itu...\\\'\\\' ujar sang petinggi murka. \\\'\\\'Kami sudah selidiki Petinggi, orang itu adalah Abu Tambang...\\\'\\\' \\\'\\\'Tidak peduli, kalau memang dia pelakunya, bawa ke sini!\\\'\\\' Begitu dihadapkan dengan Petinggi, Abu Tambang dengan tetap berpembawaan tenang, malah bertanya? \\\'\\\'Ada apa Petinggi?\\\'\\\' \\\'\\\'Kamu yang menggali alun-alun itu?\\\'\\\' \\\'\\\'Iyah, Petinggi?\\\'\\\' \\\'\\\'Apa yang kamu cari?\\\'\\\' \\\'\\\'Air...\\\'\\\' \\\'\\\'Untuk apa?\\\'\\\' \\\'\\\'Maksud saya, kalau Petinggi sedang mengumpulkan rakyat di sini, kalau mereka kehausan, air sudah tersedia di sumur itu...\\\'\\\' Dalih Abu Tambang. \\\'\\\'Dengan begitu rakyat akan memuji kebijakan Petinggi, karena sudah menyediakan air dari sumur itu jika mereka haus saat Petinggi mengumpulkan mereka...\\\'\\\' Mendengar itu, Penasehat negeri yang merasa itu hanya akal-akalan Abu Tambang, lalu komplain. \\\'\\\'Tapi Petinggi, itu hanya alasan Abu Tambang saja. Karena kami dengar Abu Tambang sesungguhnya bukan mau menggali sumur air. Tapi ia menggali itu untuk mengambil minyak yang ada di dalam sumur itu...\\\'\\\' ujar Penasehat negeri. \\\'\\\'Apa benar itu Abu Tambang?\\\'\\\' \\\'\\\'Benar Petinggi, itulah salahnya dan masalahnya sumur itu sekarang,\\\'\\\' ujar Abu Tambang tak membantah. \\\'\\\'Sampai sejauh dan sedalam penggalian yang kami lakukan sekarang, kami belum mendapatkan air. Hanya minyak dan minyak saja yang kami dapatkan,\\\'\\\' ujar Abu Tambang berwajah dibuat-buat sedih. \\\'\\\'Tapi, demi kepentingan dan nama baik Petinggi, kami tak akan berhenti menggali. Dan agar tidak mengotori alun-alun negeri, semua minyak yang kami gali itu kami angkut keluar dari alun-alun,\\\'\\\' ujar Abu Tambang. \\\'\\\'Sampai Kapan itu Abu...\\\'\\\' tanya Petinggi. \\\'\\\'Sampai ketemu airnya...\\\'\\\' Berlanjutlah penggalian itu, sampai ketemu airnya? ***
Abu Tambang
Senin 03-01-2022,06:59 WIB
Editor : babelpos
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 23-07-2026,08:17 WIB
Oppo Siapkan 2 Find X10 Series, Begini Bocoran Spesifikasinya
Kamis 23-07-2026,10:07 WIB
Pemkot Pangkalpinang Matangkan Sistem Parkir Online Berlangganan Lewat PKPsmart
Kamis 23-07-2026,09:13 WIB
Ini 11 Pemain Tim Terbaik Piala Dunia 2026, Penyerang Formasi Messi - Haaland - Mbappe
Kamis 23-07-2026,09:54 WIB
Wakil Ketua Bapemperda DPRD Basel Suwandi Mulai Usulkan Raperda Perlindungan Guru
Kamis 23-07-2026,12:45 WIB
Simpan 27 Paket sabu, Rengki Diringkus
Terkini
Kamis 23-07-2026,20:34 WIB
Ketua Komisi XII Ingatkan Hilirisasi Logam Tanah Jarang Jangan Sekadar Proyek
Kamis 23-07-2026,20:32 WIB
UBB Support Penguatan Bagi Optimalisasi Potensi Logam Tanah Jarang
Kamis 23-07-2026,20:24 WIB
Polsekwas Pelabuhan Pangkalbalam Tempel Stiker Larangan Knalpot Brong di Bengkel
Kamis 23-07-2026,19:06 WIB
Temani Tumbuh Kembang Anak di Lingkar Tambang, PT Timah Hadirkan Dukungan dari Pendidikan hingga Kesehatan
Kamis 23-07-2026,18:59 WIB