Ombudsman Sidak Lapas Narkotika Pangkalpinang, Cek Hak Warga Binaan

Ombudsman Sidak Lapas Narkotika Pangkalpinang, Cek Hak Warga Binaan

--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung melakukan monitoring dan pengawasan di Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Senin (26/10/2026). 

Sejumlah fasilitas diperiksa, termasuk layanan kunjungan, kamar hunian, hingga klinik untuk memastikan kualitas pelayanan publik dan pemenuhan hak warga binaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, didampingi Kepala Bidang PP Kanwil Ditjenpas Babel.

Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan Ombudsman RI Babel, Chris Fither, hadir bersama tim dan disambut Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang, Mufakhom, beserta jajaran.

BACA JUGA:Polres Bangka Perkuat Karakter Pelajar Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan di SMPN 5 Sungailiat

Monitoring ini menjadi bagian dari pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan, termasuk memastikan hak-hak warga binaan terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Mufakhom, menyambut baik kunjungan tersebut.

Dia menegaskan jajarannya siap mendukung proses pengawasan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan.

BACA JUGA:Wakapolres Basel Turun ke Jalan, Pastikan Lalu Lintas Pagi Aman dan Lancar

“Kami menyambut baik kegiatan monitoring dan pengawasan ini sebagai wujud komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

Jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang siap memberikan informasi yang diperlukan serta menjadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi penting guna terus meningkatkan kualitas layanan dan pemenuhan hak warga binaan ke depan,” ujar Mufakhom.

BACA JUGA:Wujud Kepedulian bagi Korban Kebakaran Basel, Gubernur Hidayat Arsani Terima Donasi BPJS Ketenagakerjaan

Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan Ombudsman RI Babel, Chris Fither, menjelaskan monitoring dilakukan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kualitas pelayanan publik di lapas.

Salah satu langkah yang dilakukan tim adalah mewawancarai sejumlah warga binaan sebagai sampel.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait