HIPMI Babel Siap Support UMKM Babel Melalui Peningkatan Platfon KUR Hingga 2 M
Harry Ardianto Arsani--
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Bangka Belitung, Harry Ardianto Arsani mengaku telah bertemu Komisi VII DPR RI bersama DPP HIPMI di Jakarta beberapa waktu lalu.
Pertemuan ini dalam rangka mendorong peningkatan platfon Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp2 miliar untuk membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas.
"Kami melakukan upaya untuk mendorong kenaikan plafon KUR dari Rp500 juta menjadi Rp2 miliar.
Hal ini juga telah mendapat persetujuan sebesar Rp1 miliar.
Sementara itu, tambahan Rp1 miliar masih diperjuangkan melalui koordinasi dan penyampaian aspirasi kepada pihak terkait di tingkat pusat," ujar Harry disela-sela kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (17/10/2026).
BACA JUGA:Pemprov Babel Raih Indeks Literasi Keuangan Tertinggi di Wilayah Sumbagsel Tahun 2026
Ia menyebut bahwa peningkatan akses pembiayaan menjadi salah satu langkah untuk membantu pengusaha lokal memperbesar skala usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas pemasaran.
“Kalau Rp500 juta, kan, terbatas. Kalau Rp2 miliar, pengusaha UMKM bisa punya kesempatan untuk naik kelas,” ujar Harry.
Ia menjelaskan, HIPMI Babel sebelumnya telah menyampaikan aspirasi terkait peningkatan plafon KUR dalam pertemuan bersama Komisi VII DPR RI dan BPP HIPMI sekitar empat minggu sebelum kegiatan tersebut.
BACA JUGA:Tak Perlu Antre di Loket, Bayar Tagihan Air PDAM Kini Bisa Lewat PKP SMART
Harry juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo yang turut mengaspirasikan kebutuhan pengusaha dari daerah ke tingkat pusat.
Meski demikian, target plafon KUR Rp2 miliar masih memerlukan tindak lanjut.
Karena itu, HIPMI Babel berupaya melanjutkan komunikasi agar tambahan pembiayaan yang diharapkan dapat direalisasikan.
Selain akses permodalan, Harry menilai penguatan UMKM juga membutuhkan dukungan pemasaran, transformasi digital, serta keterlibatan masyarakat dalam membeli produk lokal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
