Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Sosialisasi Microlearning JELAJAH Berbasis Assessment

Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Sosialisasi Microlearning JELAJAH Berbasis Assessment

Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Sosialisasi Microlearning JELAJAH Berbasis Assessment Untuk Tingkatkan Kompetensi ASN--

//Tingkatkan Kompetensi ASN

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran digital.

Hal ini diwujudkan melalui keikutsertaan Kepala Kantor Wilayah, Johan Manurung, bersama jajaran dalam Sosialisasi Microlearning Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural melalui program JELAJAH (Jalan Belajar ASN Berbasis Hasil Assessment), Jumat (16/10/26).

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid tersebut diikuti oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, Wisnu Nugroho Dewanto, jajaran pimpinan tinggi pratama Kementerian Hukum, serta peserta dari berbagai unit kerja.

Sosialisasi menghadirkan Asesor SDM Aparatur Ahli Madya, Rr. Dewi Sri Handayani, sebagai narasumber.

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Dukung Transformasi Regulasi Berbasis Bukti melalui Forum Nasional Pembangunan Hukum

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa JELAJAH merupakan inovasi pengembangan kompetensi ASN yang memanfaatkan hasil penilaian kompetensi (assessment) sebagai dasar penyusunan jalur pembelajaran.

Melalui pendekatan ini, ASN dapat mengidentifikasi kesenjangan kompetensi (competency gap) sekaligus menentukan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan dirinya.

Program JELAJAH diimplementasikan melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) BPSDM Hukum yang dapat diakses melalui laman https://mooc.kemenkum.go.id/.

Platform ini memungkinkan ASN mengikuti pembelajaran secara mandiri, fleksibel, dan terarah tanpa mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan.

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Raih Empat Penghargaan IKPA Sempurna pada Sosialisasi Akhir Tahun Anggaran 2026

Adapun materi microlearning mencakup delapan kompetensi manajerial, yakni integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, serta pengambilan keputusan.

Selain itu, terdapat satu kompetensi sosial kultural, yaitu perekat bangsa.

Dalam sosialisasi tersebut juga diperkenalkan 27 ruang belajar microlearning yang terbagi menjadi tiga tingkatan, masing-masing sembilan ruang belajar pada Level 2, Level 3, dan Level 4.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait