Dukcapil Bangka Tengah Jemput Bola Perekaman KTP Pelajar
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman saat menyerahkan KTP-el kepada pelajar yang sudah berusia 17 tahun di SMAN 1 Lubuk Besar, Senin (12/10/2026). (Foto: Antara)--
BABELPOS.ID, KOBA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pola jemput bola dalam perekaman dan penyerahan KTP elektronik (KTP-el) bagi pelajar untuk mempercepat pemutakhiran data kependudukan.
Program bertajuk Gerakan Inovasi Perekaman dan Penyerahan Dokumen Kependudukan di Sekolah (GI NGANYAU) itu dilaksanakan di SMAN 1 Lubuk Besar, Senin, sekaligus mendorong aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan pelayanan langsung ke sekolah memudahkan pelajar yang telah memasuki usia wajib memiliki dokumen kependudukan untuk melengkapi administrasinya.
BACA JUGA:BPS Bangka Tengah Catat 115.650 Rumah Tangga Punya Usaha
"Ini termasuk sebuah terobosan dari Dinas Dukcapil Kabupaten Bangka Tengah yang jemput bola kepada anak-anak kita, terutama yang usianya sudah masuk 17 tahun untuk melengkapi administrasinya," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memperbarui data kependudukan secara berkala, termasuk perubahan jenjang pendidikan anak dalam Kartu Keluarga (KK).
Menurut dia, masih banyak masyarakat yang baru memperbarui KK ketika terjadi perubahan besar dalam susunan keluarga, sehingga data pendidikan anak tidak segera diperbarui.
Kepala Dukcapil Bangka Tengah Nordianto mengatakan program tersebut menyasar pelajar berusia 16 tahun ke atas yang telah melakukan perekaman biometrik.
BACA JUGA:PPKn UBB Gandeng Dinbudparpora Bateng dan Pemdes Air Mesu Dorong Pengembangan SDM Pariwisata Desa
"Jangan sampai gara-gara takut fotonya kurang bagus, itu menghambat pelayanan publik lainnya," katanya.
Ia menjelaskan data kependudukan yang valid diperlukan untuk mendukung berbagai layanan publik, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, pendaftaran seleksi TNI/Polri dan pengurusan beasiswa.
Selain perekaman KTP-el, Dukcapil juga mendorong pelajar mengaktifkan IKD agar pembaruan data tertentu dapat dilakukan secara digital tanpa harus datang ke kantor kecamatan atau Dukcapil.
Nordianto mengatakan kegiatan di SMAN 1 Lubuk Besar merupakan titik ketiga pelaksanaan program serupa.
Sebanyak sekitar 50 siswa telah menjalani perekaman dan 21 KTP-el diserahkan secara simbolis kepada pelajar yang telah memasuki usia cetak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
