Pemkot Pangkalpinang Perkuat Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Pangkalpinang, Juhaini saat mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri pada Senin (12/10). (Foto: Antara)--
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Pemerintah Kota PANGKALPINANG, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat upaya pengendalian inflasi dan ketahanan pangan melalui koordinasi lintas sektor serta penguatan penyuluhan pertanian guna menjaga stabilitas harga dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
“Pengendalian inflasi dan penguatan swasembada pangan merupakan dua agenda yang saling berkaitan.
Ketersediaan produksi pangan, kelancaran distribusi, kesinambungan pasokan, dan efektivitas pendampingan kepada petani menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Pangkalpinang Juhaini di Pangkalpinang, Senin.
BACA JUGA:Bunda PAUD Pangkalpinang Apresiasi DWP Mengajar, Anak TK Pertiwi Diajak Gosok Gigi Dengan Benar
Ia mengatakan, berdasarkan data inflasi September 2026, Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 0,44 persen secara bulanan (month-to-month), sedangkan inflasi tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 3,96 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 2,97 persen.
“Perkembangan harga ini menjadi perhatian kami untuk terus memperkuat langkah antisipatif, terutama dalam memantau harga dan ketersediaan komoditas pangan strategis yang berpengaruh langsung terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Inflasi bulanan Kota Pangkalpinang sebesar 0,44 persen tersebut lebih rendah dibandingkan Kabupaten Bangka Barat sebesar 0,77 persen, Kabupaten Belitung Timur 0,60 persen, dan Tanjung Pandan 1,89 persen.
Sementara itu, inflasi bulanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebesar 0,81 persen.
BACA JUGA:DLH Dukung Walikota Tegakkan Perda Bagi Pelaku Pembuang Sampah Sembarangan
Di tingkat provinsi, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil sebesar 0,43 persen terhadap inflasi bulanan.
Komoditas yang menjadi penyumbang utama meliputi ikan singkur, beras, dan bayam.
Adapun secara tahunan, kelompok pengeluaran tersebut memberikan andil sebesar 1,89 persen, dengan komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi antara lain daging ayam ras, angkutan udara, dan bensin.
Juhaini menjelaskan, upaya pengendalian inflasi tersebut diperkuat melalui partisipasi Pemkot Pangkalpinang dalam Rapat Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri pada Senin (12/10).
Kegiatan itu sekaligus mencakup agenda penandatanganan Surat Edaran Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Dalam Negeri tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana serta Ketenagaan Penyuluh Pertanian untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
