Dindikbud Basel Buka Posko Layanan Harian di Lokasi Kebakaran Serdang

Dindikbud Basel  Buka Posko Layanan Harian di Lokasi Kebakaran Serdang

--

BABELPOS.ID, TOBOALI -  Musibah kebakaran yang melanda kawasan Desa Jelutung II, Dusun  Serdang, Kabupaten Bangka Selatan (Basel),  tidak boleh memutus akses pendidikan bagi anak-anak yang terdampak. 

Untuk memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Basel membuka pelayanan di posko yang berada di lokasi bencana kebakaran dan memberikan layanan setiap hari.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak korban kebakaran.

Di tengah kondisi darurat dan kesulitan yang dihadapi warga, pelayanan pendidikan tetap menjadi perhatian agar para siswa tidak kehilangan akses terhadap layanan pendidikan akibat musibah tersebut.

BACA JUGA:Anfield Tak Anker Bagi Manchester City, Liverpool Dipermalukan 3-0

Kepala Dindikbud Basel Anshari mengatakan, pihaknya tetap menjamin hak pendidikan anak anak ini tetap berjalan, sebagaimana mestinya.

Hanya saja sistemnya yang akan dirubah. 

"Kami menjamin hak pendidikan ini masih menjadi prioritas,"ujarnya, Senin (12/10). 

Namun, saat ini pihaknya fokus untuk menyemangati anak anak dulu dan pendataan bagi anak yang terdampak.

Hal ini dilakukan karna  sebagian anak anak ada yang di bawa oleh  keluarganya keluar atau di rumah saudara di luar desa Jelutung II. 

BACA JUGA:6 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Pagi Tidak Minum Air Putih

Kehadiran petugas Dinas Pendidikan di posko diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menyampaikan kebutuhan maupun persoalan terkait pendidikan anak-anak terdampak.

Dengan pelayanan langsung di lokasi bencana, berbagai kendala yang dihadapi orang tua dan siswa dapat diketahui sehingga penanganannya bisa dikoordinasikan sesuai kebutuhan.

"Pembukaan pelayanan setiap hari di posko tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak korban kebakaran tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan, meskipun tengah menghadapi situasi sulit akibat kehilangan tempat tinggal maupun harta benda," terangnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: