Program Kelurahan Binaan Lapas Pangkalpinang Jadi Pemantik Kolaborasi Cetak Sawah

Program Kelurahan Binaan Lapas Pangkalpinang Jadi Pemantik Kolaborasi Cetak Sawah

--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Program Kelurahan Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang di Tuatunu Indah menjadi pemantik kebersamaan dalam mewujudkan ketahanan pangan. 

Setelah menyiapkan lahan cetak sawah seluas satu hektare, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pangkalpinang, dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Tuatunu turut membuka area pertanian di lokasi yang berdampingan.

BACA JUGA:Langkah Tegas, Sat Polraiud Polres Bangka Tertibkan Tambang Ilegal di Belakang Mushola Ar-Rahman Sungailiat

Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui gotong royong bersama Petugas dan Warga Binaan, perangkat Kelurahan Tuatunu Indah, RT/RW, serta masyarakat, Sabtu (26/9/2026).

Lahan satu hektare yang disiapkan sejak akhir Juli 2026 sebagai uji coba dari potensi delapan hektare kini hampir rampung.

Hal ini mendorong Baznas, FKUB, dan LAM menyiapkan masing-masing lahan seluas 500 m². Gotong royong kali ini difokuskan pada penyiapan area FKUB sekaligus pembangunan pondok sebagai fasilitas bersama.

BACA JUGA:Pemkab Bangka Selatan Salurkan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim, Riza: Pemerintah Wajib Hadir

Kepala Lapas Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengatakan langkah tersebut menunjukkan bahwa Pemasyarakatan dapat hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang kami mulai di Tuatunu bukan hanya membuka lahan, tetapi menghadirkan Pemasyarakatan agar benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.

Ketika Baznas, FKUB, dan LAM ikut bergerak, semangat gotong royong ini menjadi semakin luas,” ujar Febie.

BACA JUGA:Menuju Panggung Asian Games 2026, Pelari Kebanggaan Bangka Belitung Robi Syianturi Siap Bikin Bangga Indonesia

Senada, Kepala Subseksi Sarana Kerja Lapas Pangkalpinang, Almaududi, mengatakan pengelolaan melibatkan Warga Binaan dan masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi kemarau, termasuk rencana penanaman padi gogo.

“Untuk tahap awal, kami menyesuaikan komoditas dengan kondisi cuaca.

Harapannya, area ini terus produktif dan memberi manfaat bagi masyarakat,” jelas Almaududi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait