Nora Sukma Dewi : Studi EHRA 2026 Jadi Dasar Perkuat Penyehatan Lingkungan & Sanitasi
--
BABELPOS.ID, SUNGAILIAT – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, menjelaskan pelaksanaan serta evaluasi program penyehatan lingkungan di wilayah Kabupaten Bangka.
Kegiatan ini sekaligus bertujuan menyelaraskan isu-isu terkini kesehatan lingkungan dari tingkat nasional agar dapat diadopsi dan disesuaikan kebutuhan daerah.
"Selain itu, kita juga ingin memahami hasil survei EHRA dan rencana intervensi makro untuk pengendalian indeks sanitasi yang masih tinggi," ujar Nora Sukma Dewi.
BACA JUGA:Lapas Pangkalpinang Terima Apresiasi dari SMP Negeri 2 Usai Outing Class
Dijelaskannya, Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) Tahun 2026 merupakan kajian survei partisipatif berbasis data untuk menilai risiko kesehatan lingkungan, kelayakan fasilitas sanitasi, serta perilaku higienitas rumah tangga.
Hasil studi ini akan digunakan sebagai dasar penyusunan Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK).
BACA JUGA:Konsolidasi Partai Hanura Babel Target Rebut Kursi DPR-RI
Fokus utama studi meliputi: mengetahui kondisi layanan air bersih dan pengelolaan air limbah rumah tangga, memetakan sistem pengelolaan sampah dan drainase lingkungan, serta mengacu pada lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), termasuk upaya pencegahan buang air besar sembarangan (Stop BABS).
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama atas kondisi riil lingkungan, sehingga langkah penanganan yang disusun tepat sasaran dan berkelanjutan demi terwujudnya lingkungan yang sehat dan aman bagi seluruh warga Kabupaten Bangka.
BACA JUGA:Kekeringan Belum Reda, Ratusan Pegawai Pemprov Babel Ikuti Salat Istisqa’
BACA JUGA:Lapas Pangkalpinang Terima Apresiasi dari SMP Negeri 2 Usai Outing Class
BACA JUGA:Purwaceng Dieng, Warisan Lokal Bernilai Ekonomi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
