Dinkes Bangka Barat Gencarkan Sosialisasi Antisipasi ISPA

Dinkes Bangka Barat Gencarkan Sosialisasi Antisipasi ISPA

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat Muhammad Sapi'i Rangkuti.-- (Foto; Antara)--

BABELPOS.ID, MENTOK - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan sosialisasi untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) seiring masih terjadi kabut asap di daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat Muhammad Sapi'i Rangkuti di Mentok, Senin, mengatakan kabut asap masih terjadi meskipun saat ini belum menunjukkan situasi yang sangat berbahaya.

BACA JUGA:TBM Paramadina Gelar Lokakarya Pengembangan Penggerak Literasi Kampung di Air Ruay

"Meskipun demikian, kami minta masyarakat tidak mengabaikan perubahan kualitas udara karena paparan asap dalam waktu tertentu dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Bangka Barat telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh puskesmas agar masyarakat mematuhi pedoman dalam menjaga kesehatan selama kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berlangsung.

BACA JUGA:Beri Akses Lebih Luas untuk Pelanggan, TMS Isuzu Pangkalpinang Relokasi Dealer Baru

Dalam edaran itu, Dinkes mengimbau warga menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah, mengurangi berbagai aktivitas luar ruangan saat terjadi kabut asap, dilarang membakar sampah atau lahan yang bisa menambah parah kualitas udara.

Selain upaya pencegahan, pihaknya meminta masyarakat segera datang ke unit pelayanan kesehatan terdekat apabila mulai merasakan gejala gangguan pernapasan agar bisa dilakukan pemeriksaan untuk antisipasi dini.

BACA JUGA:Jelajah GI Tourism Dieng: Mengenal Olahan Carica Dieng dari Hulu ke Hilir

"Pemeriksaan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat, termasuk puskesmas maupun puskesmas pembantu, jangan menunggu kondisi semakin parah," ujarnya.

Menurut dia, gejala seperti batuk, pilek, maupun bersin yang berlangsung terus-menerus perlu menjadi perhatian, terlebih jika muncul setelah terpapar kabut asap.

"Sampai sejauh ini kita belum ada rencana pembagian masker secara massal kepada masyarakat dan sekolah, kita masih perlu cek stok dan hasil kajian di lapangan," katanya.

BACA JUGA:Polisi Digugat Soal Kronologis Waktu Dugaan Pencabulan Anak Kandung di Kampak

Sampai saat ini di beberapa wilayah di Kabupaten Bangka Barat masih terjadi kabut asap cukup tebal disertai bau menyengat, terutama di pagi hari, yang diduga merupakan asap karhutla yang terjadi di Pulau Sumatera.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: