Sekolah di Mentok Libatkan Siswa dan Orang Tua Lestarikan Budaya Lokal
Siswa SD Muhammadiyah Mentok antusias mengikuti lomba Cabut Belon (Gobak Sodor) pada Festival Kota Seribu Kue yang rangkaian kegiatannya dilaksanakan 16-19 September 2026. (Foto; Antara)--
BABELPOS.ID, MENTOK - Sekolah Dasar Muhammadiyah MENTOK, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melibatkan para siswa dan orang tua membantu upaya pelestarian budaya lokal sekaligus membangun karakter generasi muda di daerah itu.
"Kegiatan Festival Kota Seribu Kue ini kita laksanakan untuk menggali potensi siswa melalui berbagai lomba dan kegiatan seni, sekaligus ikut memeriahkan Hari Jadi ke-292 Kota Mentok," kata Kepala SD Muhammadiyah Mentok Sastriadi di Mentok, Sabtu.
BACA JUGA:RSUD Abu Hanifah Bangka Tengah Siapkan Cathlab Perkuat Layanan Jantung
Festival Kota Seribu Kue mengangkat tema Mentok Untuk Semue yang dilaksanakan 16-19 September 2026 menjadi sarana bagi sekolah untuk mengenalkan budaya Melayu Mentok kepada peserta didik.
Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin sekolah yang telah dilaksanakan sejak 2015 dan terus dikembangkan melalui berbagai inovasi setiap tahunnya.
"Dengan adanya kegiatan ini kami ingin mengangkat dan mengingatkan Kota Mentok sebagai Kota Seribu Kue, sekaligus mengenalkan para siswa dengan budaya Melayu agar tidak hilang," katanya.
BACA JUGA:Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, Dari Listrik Rendah Emisi hingga Penggerak Ekonomi
Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi sekolah untuk melihat dan mengidentifikasi bakat para siswa sehingga dapat difasilitasi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bangka Barat Sarbudiono menilai festival tahunan itu hanya menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan prestasi, tetapi juga menjadi ajang promosi sekolah dan memperkuat keterlibatan guru dan orang tua dalam kegiatan pendidikan.
"Momentum yang terpenting adalah terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik antar pihak sekolah dengan orang tua," ujarnya.
Selain perlombaan, pihak sekolah juga memberikan ruang kepada orang tua atau wali murid yang memiliki Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM) untuk berjualan di lingkungan sekolah selama kegiatan berlangsung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah melibatkan orang tua secara lebih aktif dalam kegiatan sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM keluarga siswa untuk memperkenalkan dan memasarkan produk.
BACA JUGA:Pemkab Bangka Puji Kesiapan Suksesor Talenta ASN, Dapat Apresiasi BKN
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
