DPKP: Bangka Selatan Bantu Defisit Stok Beras di Empat Kabupaten

DPKP: Bangka Selatan Bantu Defisit Stok Beras di Empat Kabupaten

Ilustrasi: Lahan Pertanian Sawah di Desa Rias.--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan surplus produksi beras petani di Kabupaten Bangka Selatan membantu mengatasi defisit atau kekurangan stok pangan yang terjadi di empat kabupaten dan kota yang ada di Pulau Bangka.

"Kelebihan produksi beras di Bangka Selatan ini didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang," kata Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan produksi beras di Kabupaten Bangka Selatan pada 2025 sebesar 26.507 ton atau setara 29.483 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Angka ini jauh di atas kebutuhan beras masyarakat Bangka Selatan pada 2026 yang diproyeksikan sebesar 19.335 ton, sehingga terdapat surplus produksi sekitar 10 ribu ton lebih.

BACA JUGA:Pertamina Sumbagsel Apresiasi Polres Bangka Perkuat Awasi Distribusi Biosolar di SPBU Puding

"Ya, Bangka Selatan turut memasok kebutuhan beras ke wilayah lainnya, termasuk Kota Pangkalpinang," ujarnya.

Ia menyatakan DPKP Kepulauan Babel optimistis capaian swasembada pangan seperti di Bangka Selatan dapat direplikasi ke kabupaten lainnya, melalui penerapan strategi yang sama, yaitu peningkatan produksi dan nilai tambah, penguatan infrastruktur pertanian, peningkatan kualitas sumber daya petani, serta pengendalian alih fungsi lahan.

"Kami optimistis melalui strategi ini, swasembada pangan di kabupaten dan kota lainnya ini tercapai yang berdampak terhadap kesejahteraan petani," katanya.

BACA JUGA:28 Advokat Baru Resmi diangkat, PERADI Tekankan Integritas dan Kode Etik

Menurut dia, terdapat empat tantangan utama yang perlu diatasi dalam upaya percepatan swasembada pangan di seluruh wilayah Kepulauan Babel ini, di antaranya menurunnya lahan pertanian produktif, akibat alih fungsi lahan yang terus terjadi di berbagai daerah.

Selain itu, ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah, yang menunjukkan sebagian besar kabupaten lainnya masih mengandalkan pasokan beras dari luar Babel.

"Keterbatasan SDM (sumber daya manusia) bidang pertanian, baik dari sisi jumlah maupun kapasitas petani dan tenaga penyuluh dan dampak perubahan cuaca dan iklim, yang mempengaruhi pola tanam, produktivitas, dan risiko gagal panen di daerah ini," katanya.

BACA JUGA:Karhutla Ancam Satwa Liar, PT Timah dan Alobi Perkuat Penyelamatan di Bangka Belitung

BACA JUGA:Ditpolairud Polda Babel Gagalkan Penyelundupan 8 Ton Pasir Timah Di Belitung Timur

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: