Bulog Belitung Jual Beras SPHP Rp58 Ribu per 5 Kilogram di Pasar Tanjungpandan

Bulog Belitung Jual Beras SPHP Rp58 Ribu per 5 Kilogram di Pasar Tanjungpandan

Perum Bulog Cabang Belitung melaksanakan penjualan beras SPHP di kawasan Pasar Tanjungpandan, Sabtu (05/09/2026)--

BABELPOS.ID, TANJUNGPANDAN — Perum Bulog Cabang Belitung menggelar penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di kawasan Pasar Tanjungpandan, Sabtu (5/9/2026).

Penjualan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan harga beras di pasaran.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Belitung, Syahrianza Rahman mengatakan, beras SPHP dijual dengan harga Rp58.000 per kemasan lima kilogram.

"Untuk beras SPHP kami jual Rp58.000 per kemasan lima kilogram," kata Syahrianza.

BACA JUGA:Data Lengkap Jual Beli Pemain 20 Klub Liga Italia 2026/2027, Inter dan Juventus Paling Agresif

Dalam kegiatan tersebut, Bulog Belitung menyediakan sebanyak dua ton beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Apabila permintaan meningkat dan stok di lokasi penjualan tidak mencukupi, Bulog siap menambah pasokan dari gudang.

"Kami membawa sebanyak dua ton beras SPHP. Jika stok di lapangan kurang, akan kami ambil kembali dari gudang untuk memenuhi kebutuhan warga," ujarnya.

BACA JUGA:Data Lengkap Jual Beli Pemain 20 Klub Liga Italia 2026/2027, Inter dan Juventus Paling Agresif

Syahrianza menjelaskan, penjualan beras SPHP merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama agar harga beras tetap berada sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Selain menjaga stabilitas harga, program tersebut juga ditujukan untuk memastikan ketersediaan pasokan beras bagi masyarakat sepanjang tahun.

BACA JUGA:Belitung Catat 582 Kejadian Bencana 2026, Karhutla Jadi Kasus Terbanyak

Menurutnya, beras SPHP juga diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah, sehingga tetap dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga terjangkau.

"Langkah ini sekaligus menjadi strategi efektif daerah dalam meredam laju inflasi yang kerap dipicu oleh kenaikan harga bahan pokok utama," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: