MUI Pusat Ingatkan Bahaya Aliran Sesat Yang Berkembang di Indonesia

MUI Pusat Ingatkan Bahaya Aliran Sesat Yang Berkembang di Indonesia

Pimpinan Koordinator Wilayah ( Korwil) Tingkat II Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Prof Dr. KH.Utang Ranuwijaya--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Pimpinan Koordinator Wilayah ( Korwil) Tingkat II Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Prof Dr. KH.Utang Ranuwijaya, menghadiri Pembukaan Monitoring dan Evaluasi ( Monev) MUI Bangka Belitung Tahun 2026.

Acara ini berlangsung di Gedung Pasir Padi Lt.3 Kantor Gubernur Bangka Belitung, Rabu (02/09/2026).

Dalam kesempatan ini Prof. KH.Utang Ranuwijaya tidak hanya menjelaskan tentang pentingnya pelaksanaan monitoring dan evaluasi bagi MUI provinsi, kabupaten/kota yang rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Perkuat Peran Posbankum Kelurahan di Pangkal Pinang

Guru Besar Universitas Islam negeri (IAIN/UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten) yang satu ini sekaligus menenkankan tentang peran MUI agar mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik karena MUI mempunyai tanggungjawab keumatan terkait akidah dan syariat, sehingga umat Islam tidak menyimpang dari akidah yang sudah ditentukan oleh Allah Swt melalui kalamullah Al-Qur'an dan wahyu-Nya melalui Kekasih-Nya Yakni Rasulullah Baginda Nabi Muhammad SAW.

BACA JUGA:Semarak Kemerdekaan RI Ke-81, Anak-anak Tampil Percaya Diri di Fashion Show Bersama Honda TDM Belitung

Ia mengingat bahwa dunia termasuk Indonesia sedang di kepung oleh berbagai aliran menyimpang atau aliran sesat baik yang trans nasional seperti syiah, ahmadiyah qadiyah, milah abraham, fajar nusantara ( Moshaddeq), hakekok balaksuta, al aqiyadah al islamiyah, salamullah ( lia eden), aliran al haq,  aliran keagungan ilahi, aliran kejawenan, sunda wiwitan dan pengamalan kepercayaan masyarakat yang sifatnya lokal lainnya.

Aliran-aliran sesat ini  sedang berkembang dimana-mana.

Sehingga inilah yang menjadi tanggungjawab bersama termasul MUI guna menyelamatkan umat Islam dari akidah yang menyimpang dari tutunan Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah Muhammad SAW

BACA JUGA:Semarak Kemerdekaan RI Ke-81, Anak-anak Tampil Percaya Diri di Fashion Show Bersama Honda TDM Belitung

"MUI punya tanggunggungjawab menyelematkan akidah umat Islam, kalau umatnya salah umat maka yang menanggung dosanya bukan hanya umat dosa tapi pengurus MUI juga akan ditanya oleh malaikat di akhirat kelak,  apakah akidah umat mu sudah kamu luruskan, sampai dimana tanggungjawab kamu sebagai MUI yang harusnya pro aktif untuk menjaga akidah umat," ujar Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI) itu.

BACA JUGA:Honda ASP Belitung Hadir Meriahkan Warga Tanjung Binga, Bawa Keceriaan dan Kepedulian Untuk Masyarakat

Menurut Prof. Utang Ranuwijaya, kondisi umat saat ini sekaligus merupakan warning karena dunia termasuk Indonesia sudah dikepung oleh berbagai aliran kepercayaan atau paham pemikiran liberal, sekulerisme, pluralisme yang jelas sangat mengancam bagi keluarga dan khususnya bagi masa depan generasi penerus syariat Islam.

"Maka kita harus hati-hati,  karena ini semua adalah cara setan mengganggu dan mengubah akidah kaum muslimin,"ajaknya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: