DPK Bangka Barat Perkuat Peran Perpusdes Dukung Kecakapan Literasi

DPK Bangka Barat Perkuat Peran Perpusdes Dukung Kecakapan Literasi

Petugas perpustakaan memberikan bimbingan kepada para peserta PKBM yang dilaksanakan di Perpusda Bangka Barat. (dok. ANTARA)--

BABELPOS.ID, MENTOK - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat peran perpustakaan desa untuk mendukung penguatan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat sekitar.

"Sebagai langkah awal kita telah menggelar pertemuan bersama para pemangku kepentingan terkait agar memiliki cara pandang yang sama untuk mendukung berbagai kegiatan di perpustakaan desa (perpusdes) dalam menjalankan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS)," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bangka Barat Farouk Yohansyah di Mentok, Rabu.

BACA JUGA:Puluhan Bendera Merah Putih Dibagikan Sat Polairud Basel ke Kapal Nelayan Sadai

Menurut dia, pertemuan itu sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas perpusdes sebagai ujung tombak pembangunan literasi di tingkat desa.

Guna mendukung rencana itu, dalam pertemuan itu pihaknya mengundang pihak terkait di tingkat kabupaten, antara lain Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Bapperida, DinsosPMD, Diskominfo, Ketua POKJA II PKK, para kepala desa, pengurus BPD, dan pengelola perpustakaan desa se-Bangka Barat.

BACA JUGA:Jelang Porprov Babel Optimistis Lepas dari Juru Kunci, KONI : Persiapan Sudah 80 Persen

Pertemuan ini merupakan agenda prioritas nasional bertujuan memperkuat peran perpustakaan umum sebagai pusat pembelajaran masyarakat, sekaligus ruang untuk membaca, berpikir dan berkreasi guna meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat.

Tujuan kegiatan ini membangun kesamaan pemahaman dan memperkuat komitmen para pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan Program TPBIS melalui kolaborasi lintas sektor, penyelarasan dengan kebijakan pembangunan nasional dan daerah.

BACA JUGA:Puluhan Bendera Merah Putih Dibagikan Sat Polairud Basel ke Kapal Nelayan Sadai

"Kita juga ingin menguatkan kerja sama antara perpusdes dengan pemerintah daerah agar terjadi sinergi kuat dan berkelanjutan dalam mewujudkan perpustakaan sebagai ruang berpikir kritis, berkreasi, dan pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat," katanya.

Menurut dia, perpustakaan tidak bisa bekerja dalam ruang yang terpisah dalam pembangunan literasi masyarakat yang literat, produktif dan berdaya saing, sehingga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor.

BACA JUGA:PT Timah Bantu Renovasi TPQ dan MDA Masjid Al Inayah, Kini Anak-anak Belajar Lebih Aman

"Pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, organisasi masyarakat, media hingga masyarakat pengguna layanan harus menjadi bagian dari ekosistem literasi," katanya.

Menurutnya, perpustakaan saat ini harus berubah, bukan sekadar tempat membaca dan meminjam buku, tetapi harus mampu menjadi ruang tumbuh masyarakat, tempat masyarakat memperoleh pengetahuan, mengembangkan keterampilan, membangun jejaring, berinovasi, dan menemukan solusi terhadap persoalan kehidupan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: