Pemkab Bangka Barat Ciptakan Lingkungan Inklusif bagi ODGJ dan Keluarga
Kelas Jalinan Indah Welas Asih (JIWA) sesi perdana bertema "Kenal Lebih Dekat: Memahami Gangguan Jiwa dan Menghapus Stigma" diikuti 10 keluarga dengan narasumber Rama Ariwijaya, S.Kep., Ners, pengelola program jiwa di Puskesmas Mentok.-- (dok. Antara)--
BABELPOS.ID, MENTOK - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewujudkan inovasi Kelurahan Ramah Jiwa di dua lokasi di Kecamatan Mentok sebagai upaya menciptakan lingkungan inklusif bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) beserta keluarganya.
"Inovasi ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan Kelurahan Ramah Jiwa, sebuah konsep pembangunan sosial yang menempatkan kesehatan mental sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat," kata Lurah Menjelang Fitria Anggreini di Mentok, Rabu.
Program inovasi ini diluncurkan di Kelurahan Menjelang dan Tanjung, Kecamatan Mentok, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang inklusif bagi ODGJ beserta keluarganya.
Melalui program ini, keluarga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan mental, sedangkan ODGJ yang telah berada dalam kondisi stabil didorong untuk kembali berpartisipasi dalam aktivitas sosial secara bertahap.
BACA JUGA:Tim Pemprov Bersamai Gubernur Bengkulu Berdakwah Gapai Berkah Allah di Bumi Babel
Dalam hal ini, katanya, pihak kelurahan menjadi episentrum rehabilitasi sosial berbasis masyarakat melalui program yang dibangun berkolaborasi lintas sektor yang melibatkan puskesmas, Dinas Sosial, tokoh agama, akademisi, media massa, pemerhati sosial, komunitas peduli kesehatan mental, masyarakat dan Baznas Bangka Barat ikut juga menyalurkan bantuan tali kasih pada program ini.
Lurah Tanjung Gusti Indah mengatakan kesehatan mental keluarga yang merawat ODGJ juga harus menjadi perhatian utama.
Menurutnya, keluarga merupakan pihak yang mendampingi pasien selama 24 jam sehingga menghadapi tekanan fisik maupun psikologis yang tidak ringan.
"Oleh karena itu, keluarga perlu dibekali pengetahuan mengenai manajemen stres agar kesehatan mental mereka tetap terjaga.
Dengan kondisi psikologis yang sehat, keluarga akan lebih mampu mendampingi dan membersamai proses pemulihan pasien ODGJ," ujarnya.
BACA JUGA:Mulai 1 Agustus 2026 Pemprov Babel akan Bagikan Bendera Merah Putih ke Masyarakat
Pada tahap awal, program ini diimplementasikan sebagai percontohan yang melibatkan 10 keluarga.
"Kami meyakini keluarga yang sehat secara mental akan mampu meningkatkan kualitas hidup seluruh anggota keluarga sekaligus menurunkan risiko munculnya masalah psikologis pada generasi berikutnya," katanya.
Sebagai bagian dari inovasi tersebut, diselenggarakan Kelas Jalinan Indah Welas Asih (JIWA).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
