BBPOM Pangkalpinang Kawal Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas
Kegiatan Pengawalan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) oleh BPOM Pangkalpinang yang diikuti oleh petugas pasar dan paguyuban pedagang di Pasar Pelataran Parkir Terminal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.(Foto : Antara)--
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Pengawalan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) yang diikuti oleh petugas pasar dan paguyuban pedagang di Pasar Pelataran Parkir Terminal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.
Fungsional Pengawas Farmasi Makanan BBPOM Pangkalpinang, Ika Kartika mengatakan kegiatan ini merupakan upaya keberlanjutan program PPABK yang telah diintervensi pada tahun 2025, sekaligus memperkuat komitmen komunitas pasar dalam mewujudkan peredaran pangan yang aman bagi masyarakat.
BACA JUGA:Pemkot Pangkalpinang Mulai Gembleng Calon Paskibraka untuk HUT Ke-81 RI
"Pengawalan dilakukan untuk memastikan implementasi Program PPABK berjalan secara berkelanjutan melalui peningkatan pengetahuan dan peran aktif seluruh unsur komunitas pasar dalam menjaga keamanan pangan," katanya dalam rilis yang diterima di Pangkalpinang, Minggu.
Dalam paparannya Ika menyampaikan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), keamanan pangan, serta ciri-ciri pangan yang mengandung bahan berbahaya ini terus di gunakan oleh BBPOM Pangkalpinang.
BACA JUGA:Enam Warga Binaan Lapas Belitung Dipindahkan ke Lapas Narkotika Pangkalpinang
Para peserta diberikan pemahaman mengenai tujuan dan tahapan pelaksanaan Program PPABK, pentingnya peran petugas pasar dan pedagang dalam menjaga keamanan pangan, serta cara mengenali pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan metanil yellow.
Selanjutnya, para peserta juga mendapat materi mengenai 5 kunci keamanan pangan di sarana peredaran.
Materi ini menekankan pentingnya menerima pangan yang aman, menyediakan sarana penyimpanan dan pemajangan produk yang aman, menjaga kebersihan serta menjual produk dengan aman di pasar tradisional.
BACA JUGA:Momen Febrie Adriansyah, Kejati Babel Didesak Cepat Tangkap Tetian Wahyudi
Para peserta juga diedukasi untuk lebih mengenal Nomor Izin Edar (NIE), Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa), pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile, serta cara melakukan pengecekan Sertifikat Pemenuhan Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) yang disampaikan oleh Puspa Sari selaku Ketua Tim Kerja Infokom BBPOM di Pangkalpinang.
"Dari materi tersebut peserta diharapkan mampu memastikan legalitas dan keamanan produk pangan yang diperjualbelikan sekaligus mengedukasi konsumen agar menjadi lebih cerdas dalam memilih produk," ujarnya.
BACA JUGA:Kapolresta Pangkalpinang Instruksikan Bhabinkamtibmas Gencarkan Sosialisasi Call Center 110
Menurut Ika, para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias melalui sesi diskusi dan tanya jawab mengenai penerapan keamanan pangan di lingkungan pasar serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan pangan bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
