Karantina Babel Kawal Ekspor Lada Putih

Karantina Babel Kawal Ekspor Lada Putih

Ilustrasi Perkebunan Lada Putih Babel--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengawal ekspor lada putih atau "muntok white pepper", guna meningkatkan minat petani mengembangkan komoditas unggulan ekspor daerah itu.

"Saat ini, permintaan pasar internasional terhadap lada putih masih tinggi," kata Kepala Karantina Provinsi Kepulauan Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan Karantina bersama pemerintah daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Program Go Ekspor secara intensif mengawal ekspor lada putih ke berbagai negara tujuan, agar para petani tetap bersemangat untuk mengembangkan perkebunan lada putih ini.

BACA JUGA:Motor Knalpot Brong Diincar Satlantas Polres Bangka, 12 Pengendara Terjaring

"Potensi ekspor lada putih ini sangat tinggi dan kami ingin komoditas ini tetap menjadi program unggulan pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi dan kualitas lada putih ini," katanya.

Ia menyatakan berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology, volume ekspor lada putih Bangka Belitung sepanjang 2025 mencapai 1,37 ribu ton dengan frekuensi pengiriman 184 kali dan nilai ekonominya Rp180 miliar.

BACA JUGA:Timgab Pantau BBM di SPBU di Basel, Ini Lima SPBU Jadi Sasarannya

Sementara itu, lalu lintas komoditas lada putih untuk tujuan domestik mencapai 6.323 ton dengan pengiriman 308 kali dengan nilai nominal Rp535,89 miliar.

"Selama ini tujuan utama ekspor lada putih dari Babel meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan," katanya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan menyatakan pemerintah daerah terus mengembangkan perkebunan lada petani, guna meningkatkan produksi komoditas ekspor tersebut.

BACA JUGA:Panen Rekor dari 10 Gol Inggris Vs Prancis

Ia mengatakan berdasarkan data hasil perkebunan lada putih petani Kepulauan Babel selama 2025 sebanyak 9.646,96 ton tersebar di Kabupaten Bangka 1.198,68 ton, Belitung 3.831,82 ton, Bangka Barat 115,91 ton, Bangka Tengah 161,36 ton, Bangka Selatan 3.331,45 ton, dan Belitung Timur 1.007,73 ton.

Sementara itu, produksi lada putih selama 2024 sebanyak 12.008,66 ton tersebar di Kabupaten Bangka 878,78 ton, Belitung 4.321,86 ton, Bangka Barat 1.502,70 ton, Bangka Tengah 225,60 ton, Bangka Selatan 3.893,06 ton, dan Belitung Timur 1.186,66 ton.

"Penurunan produksi lada putih ini, karena berkurangnya luas perkebunan lada putih sebagai dampak alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit dan lainnya," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: