Kompos Lapas Pangkalpinang Kembangkan Sayap di Pulau Belitung
--
BABELPOS.ID, TANJUNGPANDAN – Inovasi kompos hasil pembinaan kemandirian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus berkembang.
Kali ini, Lapas Pangkalpinang membawa inovasi tersebut ke Pulau Belitung melalui Pelatihan Pembuatan Kompos dengan pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang digelar di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperluas implementasi pembinaan kemandirian, mendukung ekonomi sirkular, serta memperkuat ketahanan pangan.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina. Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimcam Badau Belitung, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Tanjungpandan, pemerintah desa, kelompok tani, 10 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, 10 Klien Pemasyarakatan Bapas Tanjungpandan sebagai peserta.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum pada LBH Al-Hakim dan LBH KUBI
Kalapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, yang hadir bersama Tim mengatakan inovasi kompos berbasis Fly Ash merupakan bentuk komitmen Lapas Pangkalpinang dalam menciptakan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami berharap keberhasilan kompos Lapas Pangkalpinang dapat memberi manfaat hingga Pulau Belitung melalui transfer pengetahuan dan praktik bagi Warga Binaan, Klien Pemasyarakatan, serta kelompok tani," ujar Sugeng.
BACA JUGA:PT TIMAH Dukung Percantik Geosite Belitong UNESCO Global Geopark Lewat Revitalisasi Display Kater
Sugeng berharap kolaborasi yang terjalin mampu memperkuat pembinaan kemandirian sekaligus memperluas pemanfaatan kompos berbasis Fly Ash di Kepulauan Bangka Belitung.
"Kami berharap pelatihan ini melahirkan SDM terampil, mendukung ketahanan pangan, ekonomi sirkular, serta implementasi Asta Cita Presiden dan Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," tambahnya.
Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus pemberdayaan Warga Binaan dan Klien Pemasyarakatan.
"Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat pemberdayaan Warga Binaan dan Klien Pemasyarakatan," tegas Ade.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
