Dari Modal hingga Pendampingan, Program PUMK PT TIMAH Antar 16 UMKM Naik Kelas

Dari Modal hingga Pendampingan, Program PUMK PT TIMAH Antar 16 UMKM Naik Kelas

--

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) yang dijalankan PT TIMAH (Persero) Tbk terus memberikan dampak nyata bagi pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sepanjang 2025, sebanyak 16 mitra binaan perusahaan berhasil naik kelas setelah menunjukkan peningkatan kinerja dan kapasitas usaha.

Melalui program PUMK, PT TIMAH tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM mampu berkembang dan lebih kompetitif.

BACA JUGA:Kalahkan Maroko Lolos ke Semifinal, Mbappe Ingatkan Jalan Juara Prancis Masih Panjang

UMKM naik kelas diberikan kepada mitra binaan PT TIMAH yang memenuhi sedikitnya dua indikator perkembangan usaha.

Indikator tersebut meliputi peningkatan jumlah tenaga kerja, kenaikan nilai pinjaman usaha, bertambahnya kapasitas produksi, peningkatan omzet, pelibatan masyarakat sekitar dalam proses produksi, perluasan pemasaran hingga ke luar daerah atau luar negeri, serta keberhasilan memperoleh sertifikasi tingkat nasional maupun internasional.

BACA JUGA:Hak Pendidikan Terpenuhi, 49 Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Kantongi Ijazah Kesetaraan

Dengan adanya UMKM Naik Kelas menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan PT TIMAH mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Program PUMK PT TIMAH dirancang sebagai upaya mendorong pelaku usaha mikro dan kecil agar tidak hanya bertahan menghadapi tantangan ekonomi, tetapi juga mampu berkembang menjadi usaha yang lebih mandiri dan bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

BACA JUGA:Polisi Gerebek Rumah Buruh Harian di Pangkalpinang, 28 Paket Sabu Siap Edar Disita

Selain dukungan pembiayaan, PT TIMAH juga secara rutin memberikan berbagai program pendampingan kepada mitra binaan.

Pendampingan tersebut mencakup pelatihan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, penguatan strategi pemasaran, digitalisasi UMKM, hingga fasilitasi promosi dalam berbagai pameran dan kegiatan bisnis.

BACA JUGA:Perkara Tambang Ilegal Kawasan Hutan Lubuk Besar, Herman Fu Pulihkan Kerugian Negara

Melalui berbagai pembinaan tersebut, para pelaku UMKM didorong untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta menciptakan peluang kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait