Jagung Pipil Siap Panen, Bukti Keberhasilan Pembinaan di Lapas Pangkalpinang
--
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Tanaman jagung pipil varietas hibrida Bisi Dua tumbuh subur di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas 5.000 m2 milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang dan diproyeksikan siap dipanen pada akhir Juli ini.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata pembinaan kemandirian Warga Binaan yang produktif sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Keberhasilan budidaya ini didukung penggunaan kompos produksi Lapas Pangkalpinang berbahan utama Fly Ash limbah non-B3 hasil pembakaran batu bara yang mampu meningkatkan kesuburan tanah dan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Serahkan Sertifikat Hak Cipta Lagu dan Buku
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan bahwa budidaya jagung pipil merupakan wujud nyata pembinaan kemandirian yang berorientasi pada produktivitas sekaligus implementasi dukungan terhadap Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan.
BACA JUGA:Teh Hijau dan Oolong Punya Kombucha Paling Kaya Antioksidan, Ini 5 Manfaatnya Buat Tubuh
"Kami ingin memastikan bahwa setiap program pembinaan memberikan manfaat yang nyata.
Budidaya jagung pipil ini menjadi bukti bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas melalui kerja keras,” ujar Sugeng, Rabu (8/7/2026).
Sugeng menambahkan, pihaknya terus mengoptimalkan pembinaan kemandirian melalui pelibatan Warga Binaan yang memiliki kompetensi di bidang pertanian.
Menurutnya, pemanfaatan kompos berbahan utama Fly Ash juga menjadi salah satu inovasi yang terbukti mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
BACA JUGA:Dishub Babel: Perbaikan Pelabuhan Sadai Membutuhkan Rp64 miliar
"Kami berharap hasil panen dapat dipasarkan kepada masyarakat sehingga semakin memperkuat kepercayaan publik bahwa program pembinaan di Lapas mampu melahirkan Warga Binaan yang produktif, mandiri, dan memiliki nilai ekonomi," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mulsa Afrianto, mengatakan bahwa pengelolaan jagung pipil dilaksanakan secara terstruktur dengan melibatkan dua orang Warga Binaan sejak proses penanaman hingga menjelang panen.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengasah keterampilan, membangun disiplin, sekaligus menumbuhkan etos kerja, tanggung jawab, dan jiwa produktif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
